NUNUKAN - Penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Nunukan Tahun 2025 kembali digelar. Tahapan ini merupakan tahapan penting dalam penyusunan RKPD 2025 agar sesuai dengan kebutuhan.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan, Hj. Rahma Leppa menyampaikan konsultasi publik merupakan salah satu tahapan penting dalam penyusunan RKPD tahun 2025. Sebab, melalui forum ini dapat menjaring masukan.
"Forum ini kita ingin menjaring aspirasi dan masukan dari berbagai pemangku kepentingan. Dan sebagai bahan penyempurnaan rancangan awal RKPD yang telah disusun," ucap Hj. Rahma Leppa, Rabu (21/2).
Dijelaskan, RKPD merupakan dokumen perencanaan daerah yang memuat arah kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan daerah untuk jangka waktu satu tahun. Untuk itu, komunikasi aktif dibutuhkan agar RKPD menyasar sesuai dengan aspirasi masyarakat.
"Rancangan awal RKPD sangat penting untuk memastikan bahwa pembangunan daerah yang akan dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat," pesannya.
Sementara, Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah menambahkan forum konsultasi publik penyusunan RKPD Nunukan 2025 melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Nunukan. Dengan tema 'peningkatan produktivitas unggulann daerah dan peningkatan daya saing sumber daya manusia Nunukan'.
Ia menegaskan, forum ini sangat penting berdasarkan Hndang-Undang Nomor 25/2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional mengamanatkan adanya keterpaduan antara aspek politik dan aspiratif atau bottom up.
“Tahapan konsultasi publik ini merupakan upaya penjaringan saran, masukan, dari instansi atau lembaga terkait maupun kelompok organisasi kemasyarakatan untuk melengkapi rancangan awal RKPD yang telah disusun,” jelasnya.
Kemudian, sejumlah aspek menjadi perhatian mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat. Seperti, fokus pada pengentasan kemiskinan dan penanganan stunting hingga percepatan peningkatan penggunaan produk dalam negeri (PDN).
"Serta, pengendalian inflasi masih menjadi hal fokus dalam berbagai aspek pembangunan baik pusat maupun di daerah," jelasnya. (akz/lim)
Editor : Azwar Halim