Aris berharap, jika terdapat area yang tidak pernah dibersihkan, akan memberikan lokasi nyaman bagi ular untuk berkembang biak, apalagi ketersediaan makanan melimpah.
"Ya, seperti tikus, katak, kadal dan hewan amfibi lainnya, yang dapat menarik perhatian ular di tempat-tempat tidak pernah dibersihkan, itu potensi bakal ada ular datang," kata Aristra Pratama, Rabu (16/8).
Menurut Aristra, sudut-sudut gelap dan semak belukar adalah tempat yang dicari oleh induk ular meletakkan telurnya dan ditinggal.
Dirinya pun menyarankan, dipada masa telur-telur menetas ular sekarang ini, masyarakat bisa membersihkan pekarangan rumah, bersihkan rutin area yang rimbun dan tidak tersentuh.
Sebab, ular adalah satwa soliter alias hidup sendiri, bukan berkelompok sehingga sulit diketahui keberadaannya. Jika ada di temukan satu ekor ular, tidak berarti ada kawanannya di sekitar mereka.
"Ular sangat pintar bersembunyi, tapi ular tidak membuat sarang. Sarang adalah tempat tinggal satwa, jika keluar cari makan, dia akan balik lagi ke tempat yang sama. Sedangkan ular, bersifat nomaden atau berpindah-pindah," ungkap Aristra.
Apabila ditemukan lubang tetasan telur ular, itu adalah tempat induk ular menaruh telurnya dan ditinggal. Induk ular tidak mengerami telur ular.
"Jadi kami menghimbau warga untuk memerhatikan lingkungan tempat tinggalnya, mungkin dari RT setempat, bisa melakukan kerja bakti bersama warga agar ular bergeser keluar kawasan permukiman," harapnya. (raw/jnr) Editor : Azwar Halim