Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Awal Tahun, Harga Rumput Laut Kembali Naik

Azwar Halim • Jumat, 6 Januari 2023 | 10:15 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
NUNUKAN - Harga komoditas unggulan Nunukan di awal 2023 membawa angin segar. Harga rumput laut kembali naik sebesar Rp 3.000-3.500 dari harga sebelum pada Desember 2022 lalu.

Ketua Asosiasi Perdagangan Rumput Laut Nunukan, Kamaruddin menyampaikan di awal tahun rumput laut Nunukan kembali naik. Dan saat ini harga menjadi Rp 27.000 hingga Rp 27.500 per kilogram. “Awal tahun ini terjadi kenaikan harga. Ditingkatkan petani itu sebelumnya harga rumput laut Rp 24.000 ribu. Saat ini naik sampai Rp 27.500 per kilogram,” ucap Kamaruddin kepada Radar Tarakan, Kamis (5/1).

Kenaikan harga rumput laut diakibatkan sejumlah daerah di Indonesia penghasilan rumput laut minim produksi. Seperti, wilayah Sulawesi Selatan yang saat ini diterpa curah hujan tinggi yang membuat produksi rumput laut menurun. “Kebutuhan perusahaan itu sama setiap bulannya. Sementara, ada beberapa daerah yang minimal produksi. Sehingga, permintaan di Nunukan meningkat dan membuat harga ikut naik. Makanya naiknya harga begitu cepat,” jelasnya.

Baginya melihat situasi yang terjadi saat ini tidak menutup kemungkinan harga akan kembali naik. Sebab, pada 2022 lalu harga tertinggi mencapai Rp 42.000 per kilogram. Sementara harga terendah Rp 13.000 per kilogram.

Untuk itu, ia menekankan jika harga rumput laut tetap stabil bahkan naik ada beberapa catatan yang harus diperhatikan di tingkat petani. Seperti, kualitas rumput laut yang kadar air harus diperhatikan. “Jika kualitas ditingkat petani terus ditingkatkan jika harga turun tidak langsung anjlok. Karena soal harga mengikuti pasar. Saat ini di Nunukan setiap tempat beda kualitas kadar kekeringan,” bebernya.

Ia mencontoh, dari 10 persen kualitas sedang sementara 1 persen kualitas rendah bisa berdampak pada kualitas sedang. Apalagi, rumput laut yang akan diekspor, dari 100 karung dikirim sementara 1 karung kualitas rendah tidak sesuai akan berdampak ke 99 karung kualitas baik. “Menjaga kualitas itu sangat penting. Apalagi, saat ini pembudidaya setiap bulan bertambah. Artinya produksi semakin banyak. Kalau data real belum ada namun perkiraan yang dikirim kurang lebih 4 ribu ton setiap bulan,” pungkasnya. (akz/lim) Editor : Azwar Halim
#rumput laut #kaltara #nunukan #petani rumpu laut