Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Melihat Lebih Dekat Cafe Disabilitas di Nunukan

Azwar Halim • Rabu, 9 Februari 2022 | 09:30 WIB
MEMOTIVASI: Winda Novitasari, wanita tunarungu yang selalu memotivasi para penyandang disabilitas lainnya untuk tetap berkarya. FOTO: RIKO ADITYA/RADAR TARAKAN
MEMOTIVASI: Winda Novitasari, wanita tunarungu yang selalu memotivasi para penyandang disabilitas lainnya untuk tetap berkarya. FOTO: RIKO ADITYA/RADAR TARAKAN
Keterbatasan fisik, terus tidak menjadi penghalang Winda Novitasari, wanita tunarungu asal  Nunukan. Itu dibuktikan dengan kerja kerasnya. Kali ini, Winda buka kafe disabilitas di Jalan Jalan Fatahillah, Nunukan Tengah.

RIKO ADITYA

MASIH ingat dengan Winda Novitasari, wanita tunarungu menjadi seorang perancang busana berpenghasilan luar biasa dan bahkan punya toko menjahit di Nunukan. Senin (7/2) ia kembali meluncurkan kafe bernama Deaf, miliknya.

Radar Tarakan menyambangi kafe tersebut. Winda terlihat aktif melayani konsumen yang saat itu singgah di kafenya. Meski belum kedatangan dari kalangan disabilitas lainnya, Winda sudah menyediakan dinding dengan gambar belajar Bisindo atau bahasa isyarat Indonesia.

Barcene, ibu dari Winda yang mewakili dirinya mengatakan, Winda sendiri terinspirasi oleh warung kopi tuli di daerah lain. Dirinya akhirnya inisiatif membuka kafe deaf (kafe tuli), kafe yang sebenarnya khusus untuk para golongan disabilitas.

Kafe tersebut, meskipun sejatinya untuk pada kalangan disabilitas, namun tetap dibuka untuk umum. Selain Winda, akan ada pekerja yang melayani warga umum. “Ya, Winda ingin terus berkarya, karena dirinya mengaku bisa melakukannya, akhirnya dia lakukan, saya tidak pernah membatasi kemauannya. Ketika itu hal positif, saya sangat dukung sekali,” ujar Barcene ketika diwawancarai, Senin (7/2).

Dengan adanya kafe tersebut, Winda berharap tidak ada lagi kalangan disabilitas yang minder untuk sekadar datang ke kafe. Di kafe Winda, semua kalangan disabilitas bisa berbagi cerita. Selain dari itu, pengunjung juga bisa belajar menjahit, karena Winda sediakan ruangan khusus untuk berbagi ilmunya dalam bidang menjahit. “Setidaknya dia (Winda) bisa memotivasi kalangan disabilitas lainnya, karena mereka juga bisa, tidak perlu minder, buktikan sekarang seperti Winda, bahwa penyandang disabilitas juga bisa melakukan apa yang dilakukan seperti kalangan orang normal lainnya,” beber Barcene.

Winda penyandang disabilitas yang berprestasi. Winda pun memanfaatkan waktu luangnya dengan mengikuti sejumlah kegiatan di medsos. Sejauh ini, kegiatan yang dilakukan Winda dalam pandemi, seperti mengikuti lomba bahasa isyarat Indonesia yang digelar di Jakarta melalui ruang isyarat dan menjuarainya. Sederet prestasi Winda yakni, pada tahun 2015, dirinya memulai karier di bidang fashion. Kemudian, di tahun 2017, dirinya mendirikan Rumah Kreatif Tuna Rungu Nunukan.

Selanjutnya pada tahun 2020, dirinya menjuarai kontes nasional model Indonesia, disusul juara 1 Nasional cover lagu nasional versi Bisindo di tahun 2020 lalu juga. Kemudian, di tahun 2021, dirinya masih juara 2 nasional fotogenik disabilitas dan terakhir di tahun yang sama juga, juara 2 medali perak lari estafet Peparnas Papua.

PT PLN (Persero) ULP Nunukan turut terlibat dalam proyek kafe Winda. Manager PLN Nunukan, Choirul Anwar mengatakan, ketika ada talenta yang butuh tempat, butuh wadah bantuan itu diberikan dengan diajukan dahulu ke pusat yang akhirnya jadi program pengembangan UMKM. “Ya, Deaf Cafe ini merupakan UMKM binaan PLN Peduli. Untuk mendukung para penyandang disabilitas untuk terus berkarya tanpa halangan,” singkat Choirul. (***/lim)

 

 

  Editor : Azwar Halim
#disabilitas