Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

KENAPA INI...?? Minum Obat, Pelajar Muntah Berjamaah

Muhammad Erwinsyah • Sabtu, 2 Maret 2019 | 10:04 WIB
kenapa-ini-minum-obat-pelajar-muntah-berjamaah
kenapa-ini-minum-obat-pelajar-muntah-berjamaah

NUNUKAN – Pasca mengonsumsi obat penambah darah atau tablet tambah darah (TTD), sejumlah pelajar siswi di Sekolah Menengah Pertama Kristen (SMPK) Frateran Santo Gabriel mengalami pusing hingga muntah-muntah.


Kejadian itu terjadi di Sekolah mereka Jumat (1/3), saat puluhan siswa mengonsumsi obat TTD tersebut yang rutin dilakukan setiap jumat. Namun, kali ini obat yang diberikan dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Nunukan tersebut berdampak lain dari biasanya.


Itu diungkapkan Wakil Kepala Sekolah SMPK Santo Gabriel Nunukan Yulius kepada media ini. Ia kaget melihat puluhan pelajar siswi kelas VII, VIII dan IX tiba-tiba mengalami pusing hingga muntah pasca konsumsi obat TTD.


“Kami awalnya dibuat panik. Mereka pada muntah-muntah. Kami menduga penyebabnya setelah minum obat penambah darah. Kami berikan sekitar pukul 07.30 Wita pagi. Berselang sebentar, mereka langsung berdampak demikian,” ungkap Yulius.


Melihat keadaan siswanya yang terus bertambah mengalami gelaja yang sama, pihak guru pun mencoba memberikan ramuan penawar seperti air teh, susu soya juga air kepala. Namun, seperti sia-sia, minuman penawar yang diberikan tidak berefek.


“Jadi langsung saja kami hubungi pihak puskesmas meminta pertolongan. Daripada nanti ada apa-apa, jadi kami bawa saja semua anak-anak yang sakit seperti itu ke puskesmas,” beber Yulius.


Sementara itu, Kepala Puskesmas Nunukan dr. Ika Bihandayani yang dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan, setelah diperiksa, kondisi obat yang diberikan kepada pihak sekolah SMPK Frateran Santo Gabriel masih terbilang layak pakai lantaran masa kedaluwarsa pada akhir 2020 mendatang.


Hanya saja, diduga ada kesalahan pemakaian pada obat TTD tersebut. Ika menjelaskan, jika ingin mengonsumsi obat tersebut di pagi hari, hendaklah terlebih dahulu sarapan atau mengisi perut dahulu. Kebiasaan mengonsumsi obat TTD tersebut tanpa mengisi perut terlebih dahulu memang tidak dianjurkan.


“Ya, jadi diduga karena mereka tidak sarapan dahulu sebelum meminum obat. Kemudian pemberian teh atau susu karena untuk penanganan awal sebenarnya salah. Sebab, karena antara kandungan tablet dan komposisi yang terkandung dalam susu dan teh sifatnya bertentangan,” jelas Ika.


Tentunya kejadian ini menjadi pelajaran untuk pihak manapun yang juga mengkonsumsi obat TTD tersebut. Memang obat tersebut baik untuk remaja putri karena menekan angka kematian ibu hamil, untuk antisipasi stunting, serta mengatasi anemia.


Pihak nya pun setelah menerima pelajar-pelajar siswa SMPK Frateran Santo Gabriel, langsung melakukan tindakan medis lebih lanjut. Bahkan jika diperlukan, pihak puskesmas siap melakukan observasi atau merujuk ke RSUD Nunukan. (raw/zia)


 

Editor : Muhammad Erwinsyah