Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Inisiatif Pasang Pemecah Ombak Sementara

Azwar Halim • Rabu, 6 Februari 2019 | 14:13 WIB
inisiatif-pasang-pemecah-ombak-sementara
inisiatif-pasang-pemecah-ombak-sementara

NUNUKAN – Warga Desa Tanjung Aru, Kecamatan Sebatik Timur Khususnya yang bermukim di bibir pantai, berinisiatif memasang pemecah gelombang sendiri. Itu dilakukan untuk mengantisipasi semakin parahnya area pinggir pantai yang abrasi  akibat dihantam ombak besar.


Warga Desa Tanjung Aru, Bahar mengatakan, untuk sementara warga hanya kerja bakti melakukan pemasangan pemecah gelombang sendiri. Untuk mengantisipasi adanya kembali ombak besar yang bisa saja kembali terjadi. Karena jika tidak ada tembok yang menghalangi ombak, maka  kondisi pantai akan semakin parah.


“Sesama warga saling membantu, terutama warga yang berada di pinggir pantai Desa Tanjung Aru,” kata Bahar.


Menurutnya, pemasangan kayu di sepanjang bibir pantai dan ditambah pasir setidaknya bisa  menjadi penahan ombak, walaupun sebelumnya pernah dilakukan pemasangan pasir dalam karung. Namun tetap hancur. Namun kali ini dicoba kembali.


Lanjut dia, setelah pemasangan tanggul sementara tersebut, saat ada ombak besar tidak menghantam hingga ke bibir pantai. Karena telah ada disiapkan tembok untuk penahan ombak. Jika ombak tetap menghamtam bibir pantai hingga ke rumah warga, maka akan semakin parah.


“Cukup untuk sementara ini, sambil menunggu bantuan dari pemerintah terkait solusi untuk masyarakat yang terkena abrasi pantai di Desa Tanjung Aru,” ujarnya.


Sementara, Kepala Desa Tanjung Aru H. Palani mengatakan, untuk abrasi pantai yang terjadi di bibir pantai Desa Tanjung Aru, Kecamatan Sebatik Timur, warga serta pemerintah setempat telah bersama-sama melakukan perbaikan sementara.


“Ada penanganan yang telah dilakukan untuk sementara, karena untuk membangun penahan gelombang dari anggaran pemerintah membutuhkan waktu yang lama,” kata H. Palani.


Untuk penanganan abrasi perlu ada solusi jangka panjang, karena jika hanya dilakukan pembiaran. Maka semakin lama rumah warga yang lain akan ikut terseret, karena ombak yang naik tak menentu, jika terjadi angin kencang tentu ombak akan semakin tinggi.


“Sementara ini ombak tidak terlalu kuat lagi, bagaimana jika terjadi secara terus menerus tentu akan semakin parah,” ujarnya. (nal/zia)


 

Editor : Azwar Halim