Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Warga Banyak Berharap dari Wisata Binusan

Azwar Halim • Sabtu, 30 Juni 2018 | 09:47 WIB
warga-banyak-berharap-dari-wisata-binusan
warga-banyak-berharap-dari-wisata-binusan

NUNUKAN – Wisata Binusan sepertinya mulai menjadi perhatian pemerintah lantaran diketahui sedang dalam pengerjaan atau pembenahan satu-satunya wisata air terjun di Nunukan tersebut. Masyarakat pun banyak meminta segera dirampungkan pembenahannya.


Sayang, dalam tahap pengembangan sejumlah pekerja proyek tersebut banyak mengalami kendala seperti kurangnya material bangunan. Meski begitu, pemerintah berusaha menuntaskan pengembangan Binusan itu hingga akhir tahun ini.


Tuti, salah seorang warga Jalan Sei Bilal, mengaku sering menghabiskan waktu akhir pekannya bersama keluarganya di kawasan ini. Binusan memang dikatakannya menjadi salah satu wisata alternatif. Apalagi, masyarakat tidak dilarang melakukan kegiatan apapun di lokasi itu serta tidak dipungut biaya sepeser pun. “Kalau akhir pekan di rumah sering kedatangan keluarga dari Sedadap, jadi kalau jalan-jalan paling dekat ke Binusan. Sekedar bakar-bakar ayam dan memanjakan anak-anak bermandian air terjun. Itu masih sering kami lakukan,” tutur ibu yang memiliki tiga anak tersebut. “Kalau maunya sih, ya pastinya dibenerinlah. Terutama akses jalan masuk ke sana kurang bagus. Yang saya lihat di dalam yang sedang direnovasi. Semogalah cepat selesai,” tambah Tuti berharap.


Rusel, siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Nunukan yang ditemui terpisah mengaku jika ada kegiatan di luar sekolah mereka sering diarahkan ke Binusan. Kegiatan ekstrakulikuler di sekolahnya sering memanfaatkan Binusan menjadi target lokasi belajarnya. “Kami anak sekolah tidak minta banyak. Yang pasti dibenah lagi supaya lebih bagus saja,” singkat Rusel.


Sebelumnya diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Nunukan Syafaruddin, bahwa satu-satunya pariwisata di Nunukan yang resmi dikelola oleh pemerintah memang hanya Air Terjun Binusan. Pengembangan desa Binusan mendapat bantuan langsung dari pusat. “Untuk tahun 2017 bantuan Rp 1,8 miliar dan tahun ini Rp 2,8 miliar bantuan dari pusat yang masih dalam proses. Anggaran besar karena lahan yang harus digarap juga luas,” ungkapnya.


 


Pembangunan pariwisata hingga kini terfokus untuk air terjun Binusan saja, yang pembangunannya sudah dimulai sejak 2017 dengan beberapa bangunan yang sudah jadi seperi panggung hiburan, toilet, dan perluasan lahan. Hanya saja, pengembangan pariwisata masih menuai kendala karena lahan yang hendak dikelola belum dihibahkan atau masih milik warga.  Meski begitu, pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Pariwisata terus berupaya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut satu per satu. (raw/ash)

Editor : Azwar Halim