
TANGERANG – Hernia pada anak kerap luput dari perhatian karena gejalanya tidak selalu terlihat. Salah satu ciri yang paling umum adalah munculnya benjolan di area lipat paha, kantong kemaluan, atau pusar yang hanya tampak saat anak menangis, batuk, mengejan, atau banyak bergerak. Benjolan tersebut biasanya akan mengempis atau menghilang ketika anak beristirahat.
Hernia terjadi ketika jaringan atau organ dari dalam rongga perut menonjol keluar melalui celah pada otot yang lemah. Kondisi ini dapat dialami sejak bayi baru lahir hingga anak berusia lebih besar.
Dokter Spesialis Bedah Anak Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Kozzy, Sp.BA, menjelaskan bahwa jenis hernia yang paling banyak ditemukan pada anak adalah hernia inguinalis, yakni hernia yang muncul di daerah lipat paha.
"Pada anak laki-laki, benjolan bahkan bisa turun hingga ke kantong kemaluan. Sementara pada anak perempuan, benjolan biasanya terlihat di area labia. Selain itu, ada juga hernia umbilikalis yang ditandai dengan benjolan di sekitar pusar," jelas dr. Kozzy, Jumat (10/7).
Menurutnya, meskipun benjolan tersebut bisa menghilang dengan sendirinya saat anak tenang, kondisi itu tidak boleh dianggap remeh. Orang tua tetap disarankan membawa anak ke dokter untuk memastikan penyebabnya dan menentukan penanganan yang tepat.
"Hernia pada anak sering terlihat sebagai benjolan yang muncul dan menghilang. Walaupun anak tampak sehat dan tetap aktif, pemeriksaan tetap diperlukan agar diagnosis dapat dipastikan sejak dini," ujarnya.
Beberapa tanda hernia pada anak yang perlu diwaspadai antara lain:
- Muncul benjolan di lipat paha, kantong kemaluan, labia, atau pusar.
- Benjolan tampak saat anak menangis, batuk, mengejan, atau aktif bergerak.
- Benjolan mengecil atau menghilang ketika anak berbaring atau dalam kondisi rileks.
- Anak tampak rewel, mengeluh nyeri, atau merasa tidak nyaman di sekitar benjolan.
Dokter mengimbau agar orang tua tidak menunda pemeriksaan apabila menemukan gejala tersebut. Penanganan sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius akibat hernia pada anak.