Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Profitabilitas BRI Makin Solid di Triwulan I 2026, ROE dan ROA Kompak Meningkat

Radar Tarakan • Rabu, 13 Mei 2026 | 19:10 WIB
Gedung perkantoran BRI di Jakarta menjadi pusat operasional yang mendukung penguatan layanan perbankan dan transformasi bisnis digital nasional.
Gedung perkantoran BRI di Jakarta menjadi pusat operasional yang mendukung penguatan layanan perbankan dan transformasi bisnis digital nasional.

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mencatatkan peningkatan nilai tambah bagi pemegang saham, di tengah kondisi ekonomi global yang masih diwarnai risiko geopolitik. Kinerja tersebut sejalan dengan implementasi transformasi BRIvolution Reignite yang telah berjalan dalam satu tahun terakhir.

Dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 di Kantor Pusat BRI pada Kamis (30/4/2026), Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa kombinasi dari perbaikan kualitas aset dan efisiensi biaya mendorong peningkatan profitabilitas Perseroan. Return on Assets (ROA) tercatat meningkat menjadi 2,8%, sementara Return on Equity (ROE) naik dari 17,1% pada Triwulan I 2025 menjadi 18,4% pada Triwulan I 2026. 

“Pertumbuhan ini mencerminkan kemampuan BRI dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit dan pengelolaan biaya dana yang semakin efisien. Di satu sisi, pertumbuhan kredit yang tetap kuat memberikan dorongan terhadap pendapatan bunga. Sementara di sisi lain, perbaikan struktur funding, khususnya peningkatan CASA, turut menekan cost of fund. Secara keseluruhan, BRI tidak hanya tumbuh, namun juga mampu menjaga kualitas pertumbuhan,” jelas Hery. 

Baca Juga: BRI Perkuat Pertumbuhan Berkelanjutan, Fokus Dorong Ekonomi Hijau dan Inklusif

Tercatat, hingga Triwulan I 2026, total aset BRI mencapai Rp2.250 triliun atau tumbuh 7,2% secara year-on-year (YoY). Di sisi intermediasi, penyaluran kredit dan pembiayaan juga menunjukkan pertumbuhan yang solid, meningkat 13,7% YoY menjadi Rp1.562 triliun.

Didukung oleh fundamental bisnis yang tetap kuat di tengah dinamika industri, pertumbuhan kredit yang selektif, efisiensi biaya dana, serta kualitas aset yang terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7% YoY.

Baca Juga: BRI Ingatkan Masyarakat Waspada Penipuan Berkedok Dana Hibah dan KUR Online Hoaks

Hery menuturkan bahwa kinerja tersebut ditopang oleh fundamental yang kuat serta konsistensi strategi dalam mendorong pertumbuhan yang sehat dengan tetap menjaga kualitas aset. BRI pun optimistis momentum ini akan terus berlanjut, seiring fokus perseroan pada penguatan digitalisasi, penerapan manajemen risiko yang disiplin, serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Ke depan, BRI akan terus mempertegas perannya sebagai bank yang berpihak pada ekonomi kerakyatan dengan menjadikan UMKM sebagai pusat pertumbuhan. BRI akan memperkuat ekosistem UMKM secara end-to-end, mulai dari akses pembiayaan, pendampingan usaha, hingga integrasi dengan pasar dan ekosistem digital, sehingga mampu menciptakan pertumbuhan yang tidak hanya inklusif, tetapi juga berkelanjutan.

“Kami meyakini bahwa pertumbuhan harus berjalan seiring dengan dampak yang nyata. Oleh karena itu, setiap langkah transformasi BRIvolution Reignite yang tengah kami lakukan diarahkan untuk menciptakan nilai tambah, tidak hanya bagi perusahaan dan pemegang saham, tetapi juga bagi masyarakat luas,” tutur Hery.

Baca Juga: Olahan Salak Lokal Mendunia, BRI Antar SALAKU Tembus Pasar Global di FHA 2026 Singapura

Editor : Rahul
#kinerja keuangan #bbri #bri #Strategi Perusahaan