Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Berawal dari Camilan Rumahan, CamilanQ Sukses Kembangkan Pastel Abon hingga Tembus Pasar Antar Kota

Radar Tarakan • Selasa, 24 Maret 2026 | 23:10 WIB

Photo
Photo

Surakarta – Berangkat dari camilan jadul yang dikemas lebih menarik, CamilanQ tumbuh sebagai usaha kuliner di Surakarta sejak 2020 dengan Pastel Abon sebagai produk utama. Pemasaran dijalankan melalui penjualan online dan offline, serta penguatan eksposur di pameran dan berbagai event, dengan jangkauan pasar dari lokal hingga antar kota.

 

Pastel Abon CamilanQ dikenal memiliki karakter gurih dan renyah, yang dijaga melalui konsistensi rasa khas serta penggunaan bahan baku berkualitas. Pendekatan tersebut menjadi kunci dalam mempertahankan permintaan pelanggan di tengah perubahan selera pasar dan dinamika kanal penjualan.

 

Founder CamilanQ, Sri Lestari Rahayu, menyampaikan bahwa pengembangan usaha dilakukan secara bertahap dengan fokus pada kualitas produk, promosi, dan layanan pelanggan agar pertumbuhan bisnis lebih stabil. Proses tersebut juga mendorong penguatan pemasaran melalui kanal digital, seiring meningkatnya kebutuhan menjangkau pembeli yang lebih luas.

 

“CamilanQ dimulai dari hobi membuat kue dan camilan di rumah. Ide awalnya dari membuat pastel abon untuk keluarga dan tetangga, lalu banyak yang suka dan minta dibuatkan lagi. Tahun 2020 mulai berjalan, awalnya berjualan online di media sosial. Kami terus meningkatkan kualitas produk, promosi, dan pelayanan kepada pelanggan,” ujarnya.

 

Untuk memperkuat kemampuan digital, Sri memanfaatkan LinkUMKM BRI guna memperluas pasar melalui pelatihan digital marketing serta akses ke platform e-commerce, termasuk pemanfaatan fitur promo digital. CamilanQ juga menggunakan QRIS BRI serta tabungan BRI untuk membantu pengelolaan keuangan usaha.

 

“Mengenal LinkUMKM BRI dari Rumah BUMN Solo, saya bergabung karena ingin meningkatkan kemampuan digital dan memperluas pasar. LinkUMKM membantu melalui pelatihan digital marketing dan akses ke platform e-commerce. Setelah itu, omzet meningkat dan jangkauan pasar menjadi lebih luas,” ungkapnya.

 

Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM sebagai sarana pendampingan usaha secara daring, mulai dari peningkatan kapasitas hingga penguatan akses pasar. Platform ini menghadirkan enam fitur utama yang saling terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB, serta didukung lebih dari 750 modul pembelajaran untuk memperkuat soft skill dan hard skill pelaku usaha.

 

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyampaikan bahwa LinkUMKM BRI dirancang untuk memperluas akses pembelajaran dan pendampingan agar UMKM dapat memperkuat kemampuan digital serta menata pengelolaan usaha secara lebih terarah.

 

“LinkUMKM membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengikuti pelatihan yang relevan dengan kebutuhan bisnis, mulai dari penguatan dasar hingga peningkatan kapasitas untuk berkembang. Kami mendorong UMKM memanfaatkan ekosistem pembelajaran dan pendampingan agar pengelolaan usaha berjalan lebih terarah dan adaptif. Melalui penguatan tersebut, BRI berkomitmen memperkuat UMKM sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #bri