Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Hari Ibu, Kisah KWT Sari Amerta Giri: Perempuan Desa Wanagiri Bangkit Lewat Kopi Berkat Program AURA BRI

Radar Tarakan • Rabu, 24 Desember 2025 | 17:28 WIB
Photo
Photo

Denpasar – Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember menjadi pengingat akan besarnya peran seorang ibu. Tak hanya hadir dalam keluarga, perempuan juga mampu berkontribusi aktif di tengah masyarakat. Hal itu dibuktikan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Amerta Giri, kumpulan para ibu dari Desa Wanagiri, Buleleng, Bali, yang berhasil tumbuh dan berdaya membangun usaha berbasis potensi desa.

Desa Wanagiri dikenal sebagai kawasan dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 800 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut. Kondisi alam tersebut menjadikan wilayah ini cocok untuk perkebunan kopi. Berangkat dari potensi tersebut, Ketua KWT Sari Amerta Giri, Ni Nyoman Budiani, memilih kopi sebagai komoditas utama kelompoknya.

“Kopi dipilih karena potensi unggulan Desa Wanagiri. Di desa saya ini ada jenis kopi robusta dan arabika. Karena potensi bahan baku saat itu, kami mencoba terlebih dahulu pengolahan kopi robusta, lalu arabika,” tuturnya.

Selain kopi bubuk, perempuan yang akrab disapa Ani ini menjelaskan bahwa kelompoknya juga mengembangkan beragam produk lainnya, seperti ekstrak jahe, jamu kunyit asam, keripik, hingga roti berbahan dasar talas. Inovasi terus dilakukan dengan menghadirkan dodol kopi serta minuman fermentasi kopi yang dikenal sebagai wine kopi.

KWT Sari Amerta Giri lahir dari kesamaan latar belakang para perempuan Desa Wanagiri sebagai petani. Pada awal pendirian, kelompok ini hanya beranggotakan 12 orang dengan sumber daya manusia yang beragam, baik dari segi pendidikan, pola pikir, maupun pengalaman usaha. Meski demikian, kebersamaan sebagai sesama petani dan perempuan menjadi modal utama untuk melangkah bersama.

Pada fase awal usaha, tantangan terbesar yang dihadapi bukan hanya keterbatasan modal, tetapi juga minimnya pengetahuan tentang pengembangan usaha kopi. Menurut Ani, saat itu KWT Sari Amerta Giri belum mendapatkan pendampingan yang memadai, baik dalam pengolahan maupun pemasaran produk. Selain itu, perempuan desa masih kerap dipandang sebelah mata.

Alih-alih menyerah, Ani justru menjadikan kondisi tersebut sebagai pemicu semangat. Ia terus membawa nama Desa Wanagiri ke berbagai kesempatan untuk memperkenalkan kopi arabika asal Buleleng.

Terus Berkembang Lewat Dukungan Program AURA BRI Peduli

Eksistensi KWT Sari Amerta Giri semakin menguat setelah mendapatkan pendampingan dari BRI melalui Program Aspire to Uplift, Revive, and Achieve (AURA). Melalui program ini, KWT Sari Amerta Giri menerima berbagai bantuan peralatan usaha, seperti mesin espresso lengkap dengan grinder, freezer, showcase pendingin, hingga cool box. Peralatan tersebut mendukung pengembangan produk kopi, khususnya untuk kebutuhan penyajian saat acara maupun pameran.

Selain bantuan peralatan, Program AURA juga memberikan pelatihan kepada para anggota KWT. Pelatihan tersebut mencakup proses dari hulu ke hilir, mulai dari teknik penanaman yang baik, pengenalan jenis kopi robusta dan arabika, proses roasting menggunakan mesin, hingga pelatihan khusus pengolahan wine kopi sesuai kebutuhan kelompok.

Dampak dari pendampingan tersebut mulai dirasakan secara nyata, salah satunya melalui peningkatan kualitas kemasan produk. Dari yang sebelumnya menggunakan kemasan plastik, kini produk kopi KWT Sari Amerta Giri beralih ke kemasan botol dengan segmen menengah premium.

Bagi Ani, Hari Ibu menjadi momen refleksi atas perjalanan panjang yang telah dilalui bersama para perempuan desa. Ia meyakini bahwa perempuan memiliki peran besar dalam membangun perekonomian keluarga dan masyarakat.

“Perempuan punya peran penting. Kalau kita kreatif, pasti bisa menambah income buat keluarga. Intinya, perempuan yang berdaya dan kreatif pasti bisa sukses,” pungkasnya.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengungkapkan bahwa Program AURA merupakan salah satu inisiatif pemberdayaan kelompok perempuan yang difokuskan pada pengembangan usaha. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan serta kemampuan usaha kelompok perempuan di Indonesia.

Dhanny menambahkan, Program AURA memberikan berbagai bentuk dukungan, mulai dari pelatihan usaha yang mencakup diversifikasi produk, pengemasan (packaging), pemasaran, hingga bantuan peralatan usaha seperti freezer dan sealer guna mendukung kelancaran proses produksi.

Hingga saat ini, BRI Peduli melalui Program AURA telah memberdayakan 22 kelompok wanita dengan melibatkan 562 perempuan yang tersebar di 13 wilayah di Indonesia. Program ini juga telah menghadirkan 41 jenis pelatihan serta 22 jenis sarana dan prasarana bagi kelompok usaha, serta berkontribusi terhadap peningkatan 25,56 persen Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya IPM Perempuan.

“Kisah Ni Nyoman Budiani dan KWT Sari Amerta Giri di Bali menjadi salah satu contoh inspiratif peran BRI di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai lembaga perbankan, tetapi juga sebagai penggerak pemberdayaan kelompok usaha, khususnya perempuan di Indonesia,” tutup Dhanny.

Editor : Azwar Halim
#hari ibu #bri