Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

BRI Rilis Indeks Bisnis UMKM Q3-2025: Ekspansi Berlanjut, Optimisme Pelaku Usaha Menguat

Radar Tarakan • Rabu, 3 Desember 2025 | 15:41 WIB
Photo
Photo

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI merilis Indeks Bisnis UMKM untuk Triwulan III-2025 beserta proyeksi Triwulan IV-2025. Hasil survei menunjukkan aktivitas UMKM masih berada pada fase ekspansi dengan nilai indeks 101,9. Optimisme pelaku usaha juga meningkat, tercermin dari Indeks Ekspektasi Bisnis yang naik menjadi 120,7 dari 116,5 pada periode sebelumnya.

 

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menjelaskan bahwa ekspansi UMKM didorong oleh sejumlah faktor pendukung. Harga barang input yang stabil, ketersediaan bahan baku, serta kondisi cuaca yang kondusif membantu meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan hasil tangkapan nelayan.

 

Selain itu, kenaikan harga jual komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan turut mendongkrak omzet. Menjelang akhir tahun, aktivitas proyek pemerintah dan swasta juga memberi dorongan besar, terutama bagi sektor konstruksi. Normalisasi aktivitas masyarakat setelah HBKN dan libur sekolah semakin memperkuat perbaikan kinerja UMKM di sekitar area perkantoran dan sekolah.

 

Dengan berbagai faktor tersebut, pelaku UMKM menilai prospek usaha pada Q4-2025 akan lebih baik dibanding triwulan sebelumnya. Kenaikan Indeks Ekspektasi Bisnis menjadi 120,7 mengonfirmasi meningkatnya keyakinan pelaku usaha terhadap peluang pertumbuhan ke depan.

 

Meski demikian, rentabilitas usaha tercatat menurun karena adanya penurunan omzet dan kenaikan harga barang input—terutama pada industri pengolahan dan sektor perdagangan. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kemampuan UMKM dalam memenuhi kewajiban pinjaman.

 

Akhmad menambahkan bahwa kegiatan investasi masih meningkat sejalan dengan ekspektasi perbaikan usaha. “Menjelang Q4-2025, ekspektasi semua komponen menguat karena potensi kenaikan permintaan saat Nataru, percepatan belanja pemerintah, serta prospek ekonomi yang tetap positif,” ujarnya.

 

Secara sektoral, Indeks Bisnis UMKM masih berada di zona ekspansif, meski beberapa sektor mengalami perlambatan. Sektor konstruksi mencatat kinerja terkuat dengan indeks 112,0, ditopang maraknya proyek pemerintah dan swasta. Sektor pertanian juga tumbuh seiring harga input yang terjangkau dan hasil produksi meningkat akibat musim kemarau basah.

 

Sektor pertambangan tetap ekspansif karena meningkatnya permintaan material untuk konstruksi, namun pertumbuhannya melambat akibat tingginya curah hujan dan pembatasan penambangan oleh beberapa pemerintah daerah.

 

Di sisi lain, beberapa sektor—seperti industri pengolahan, perdagangan, hotel dan restoran, serta transportasi—mengalami perlambatan atau kontraksi akibat normalisasi permintaan pasca HBKN, kenaikan harga input, daya beli yang melemah, dan persaingan yang ketat. Sektor jasa masih mencatat ekspansi seiring kembalinya aktivitas pekerja dan pelajar.

 

Pada Q3-2025, Indeks Sentimen UMKM berada di angka 111,9, menunjukkan mayoritas pelaku usaha menilai kondisi usaha mereka membaik. Ekspektasi untuk Q4-2025 juga meningkat menjadi 134,8, didorong keyakinan terhadap prospek sektor usaha dan ekonomi nasional.

 

Dengan kondisi UMKM yang tetap ekspansif dan prospek ekonomi yang diperkirakan semakin baik, para pelaku usaha memberikan penilaian positif terhadap kinerja pemerintah, tercermin dari Indeks Kepuasan Publik (IKP) yang stabil di angka 121,1.

 

Metodologi Survei

Survei dilakukan oleh BRI Research Institute pada 21 September–4 Oktober 2025 dengan melibatkan 7.064 responden UMKM BRI di 33 provinsi. Sampel diambil menggunakan metode stratified systematic random sampling untuk mewakili berbagai wilayah, sektor usaha, dan skala usaha. Nilai indeks di atas 100 menunjukkan persepsi positif lebih dominan.

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #bri