Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dari Wilayah Kepulauan, UMKM Ini Berhasil Jadi Pemasok Program MBG dengan Dukungan Pembiayaan BRI

Radar Tarakan • Minggu, 10 Agustus 2025 | 19:42 WIB
Photo
Photo

Kabupaten Sitaro – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terusmenunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan pelaku UMKM hingga ke wilayah kepulauan.

Salah satu penerima manfaatpembiayaan produktif BRI adalah Jane Katang, pelaku usaha asalKecamatan Siau Barat, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro(Sitaro), Sulawesi Utara.

Jane merupakan pemilik usahasembako Aiko Maju, yang kini menjadi pemasok bahan baku untuk dapur umum dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga: Dari Wilayah Kepulauan, UMKM Ini Berhasil Jadi Pemasok Program MBG dengan Dukungan Pembiayaan BRI

Jane sebelumnya telah menjalankan usaha percetakan dan rumah makan. Dalam pengembangan usahanya, ia mendirikan unit sembakobernama Aiko Maju.

Seiring bergulirnya Program Makan BergiziGratis (MBG) di Siau, Aiko Maju berkesempatan berpartisipasisebagai pemasok bahan baku untuk mendukung operasional dapurumum yang melayani ratusan sekolah di wilayah tersebut.

Jane menuturkan bahwa keterlibatannya dalam rantai pasok program MBG berkembang seiring meningkatnya kebutuhan di lapangan.

Baca Juga: Rumah BUMN Binaan BRI Ubah Nasib, Berikut KisahInspiratif UMKM yang Go Digital dan Raih OmsetMenggiurkan

Awalnya saya hanya menyuplai bahan pokok seperti beras dan telur, tapi kebutuhan terus bertambah. Karena itu saya inisiatif ajukan KURke BRI, supaya usaha saya bisa memenuhi permintaan dan program tetap jalan,” ujarnya.

Melalui dukungan dari BRI, Aiko Maju kini menjadi pemasok untukdapur umum MBG yang beroperasi di wilayah Siau, menjangkau lebihdari 2.400 siswa dari 154 sekolah mulai dari PAUD hingga SMA dan SMK.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antarapelaku UMKM dan lembaga keuangan seperti BRI mampumenciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.

Baca Juga: BRI Resmikan Kantor Cabang di Taipei, Sediakan Layanan Keuangan Bagi 360 Ribu PMI Di Taiwan

Jane menambahkan bahwa tantangan memasok bahan pangan di wilayah kepulauan tidak hanya soal jarak, tetapi juga soal keterbatasankomoditas segar.

Salak memang sudah dapat diperoleh dari Siau, namun kebutuhan akan jenis buah lainnya tetap harus dipenuhi dariluar pulau

Buah-buahan banyak saya datangkan dari Kota Manado karenabelum semua tersedia di sini. Tantangannya, kalau telat sedikit bisarusak, jadi saya harus benar-benar perhitungkan jadwal kapal dan dayatahan stok.

Baca Juga: Sinergi BRI dan Indogrosir Hadirkan Inovasi Transaksi, Dukung UMKM dan Ritel Modern

Ini jadi bagian dari tanggung jawab saya supaya dapur bisaterus berjalan dan anak-anak tetap dapat gizi lengkap. Sementarauntuk bahan baku lain seperti sayur dan ikan, saya belanjakanlangsung dari pasar Siau,” ungkapnya.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menegaskan bahwa komitmen BRI dalam memperkuat peran UMKM tidak hanya diwujudkan melalui pembiayaan, tetapi juga melalui keikutsertaan aktif dalam mendukung program-program pemerintah yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat.

“Program MBG membutuhkan rantai pasok yang mampu menjaminkesinambungan suplai dengan jumlah dan standar yang memadai.

Baca Juga: Sinergi BRI dan Indogrosir Hadirkan Inovasi Transaksi, Dukung UMKM dan Ritel Modern

Usaha Aiko Maju menunjukkan bahwa pelaku UMKM dapatmenjawab tantangan tersebut secara profesional, bahkan dalamkondisi geografis yang menantang.

Dukungan terhadap Aiko Maju merupakan contoh nyata dari strategi BRI dalam memperkuat fondasiekonomi kerakyatan sekaligus mendukung keberhasilan program strategis,” pungkas Hendy.

Editor : Azwar Halim
#bbri #bri #jakarta