Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Demi Bisa Umrah, Bapak-Anak Asal Bulukumba ini Jalan Kaki ke 'Mekkah', Kini Ditahan Kemenag Malaysia

Radar Tarakan • Jumat, 4 Juli 2025 | 12:53 WIB
Photo
Photo

LAHAD DATU – Dua warga negara Indonesia yang mengaku sedang menjalani misi berjalan kaki dari Indonesia menuju Mekkah, ditahan aparat setempat saat berada di Lahad Datu, Malaysia, pada Kamis (3/7) malam.

Kehadiran ayah dan anak ini sempat menimbulkan keresahan warga setelah video mereka viral di media sosial, memicu laporan dari masyarakat.

Menindaklanjuti hal tersebut, tim dari kepolisian menahan keduanya sebelum menyerahkan kasus tersebut kepada Jabatan Hal Ehwal Agama Islam Negeri Sabah (JHEAINS) Lahad Datu atau Kementerian Agama Laha Datu, Malaysia untuk penyelidikan lebih lanjut.

Pejabat Administrasi Agama JHEAINS Lahad Datu, Ustaz Mardi Arifin, menjelaskan bahwa keduanya ditemukan saat berusaha menginap di sebuah masjid di wilayah tersebut.

“Berdasarkan laporan masyarakat dan video yang beredar di media sosial, kami bersama pihak kepolisian menemui mereka dan melakukan sesi interogasi,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, keduanya memiliki dokumen perjalanan yang sah dan berasal dari Bulukumba, Sulawesi Selatan, Indonesia.

Mereka mengaku tengah dalam perjalanan menuju Makkah untuk menunaikan ibadah umrah dengan berjalan kaki, dan memulai perjalanan tersebut dari Tawau, Sabah.

Meski begitu, Ustaz Mardi menyebut perjalanan mereka menimbulkan kecurigaan, mengingat rute yang ditempuh melalui wilayah Sabah, bukanlah jalur umum yang biasa digunakan.

Terlebih lagi, ibadah umrah tidak diwajibkan bagi umat Islam yang tidak memiliki kemampuan, sebagaimana yang diatur dalam syariat.

Yang turut menjadi perhatian, keduanya diketahui melakukan siaran langsung melalui platform TikTok dan YouTube, serta menerima sumbangan dari masyarakat selama perjalanan dari Tawau ke Lahad Datu.

“Kami menilai tindakan ini dapat menimbulkan kesalahpahaman dan berpotensi mencoreng citra Islam, khususnya di Sabah. Oleh karena itu, kami menyarankan agar mereka menghentikan perjalanan ini,” lanjutnya.

Kedua WNI tersebut akhirnya mengakui hal tersebut dan telah diantar ke terminal bus untuk kembali ke Tawau, dengan rencana segera pulang ke Indonesia. Mereka juga berjanji tidak akan melanjutkan perjalanan ke Makkah melalui Sabah.

Sementara itu, pihak Jheains mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah memberikan sumbangan, baik secara langsung maupun melalui platform digital kepada pihak-pihak yang tidak jelas tujuannya.

“Tindakan semacam ini bisa membuka celah penyalahgunaan agama untuk kepentingan pribadi,” tegas Ustaz Mardi.

Sekedar diketahui, Bapak-Anak ini membagikan videonya melalui akun TikTok @ulla_pinran0. (lim)

Editor : Azwar Halim
#Lahad Datu #mekkah #indonesia #malaysia