0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Bangkit dari Keterpurukan Berkat Dukungan Keluarga dan Bantuan Keuangan dari BRI, Cerita Hidup Iwan Septianus, Pengusaha Sukses dari Desa Respen Tubu 

Radar Tarakan • Sabtu, 30 November 2024 | 07:42 WIB

Photo
Photo
Photo
Photo

PERJALANAN hidup Iwan Septianus, pengusaha sukses di Desa Respen Tubu, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, bukanlah kisah biasa.

Di balik pencapaian besarnya dalam bisnis distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG, ada kisah perjuangan panjang yang penuh dengan jatuh bangun, serta dukungan besar dari lembaga keuangan, khususnya Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Berkat bantuan yang berkelanjutan dari BRI, Iwan berhasil mengubah kegagalan menjadi kesuksesan yang tidak hanya membawa perubahan besar bagi dirinya dan keluarga, tetapi juga masyarakat sekitarnya.

Mengalami kegagalan dalam usaha peternakan ayam akibat wabah penyakit yang menghancurkan seluruh ternaknya pada tahun 2015, Iwan berada di titik terendah dalam hidupnya. Ia kehilangan seluruh tabungan dan harus menjual aset-aset penting untuk melunasi utang.

Dalam kondisi penuh keterpurukan, Iwan sempat kehilangan arah dan merasa masa depannya suram.

Namun, di tengah keterpurukan itu, muncul secercah harapan ketika seorang teman dekatnya menyarankan untuk mencoba mengajukan pinjaman melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI. Pada saat itu, Iwan ragu.

Bagaimana mungkin seorang yang baru saja gagal dalam bisnis bisa mendapatkan kepercayaan untuk menerima pinjaman? Namun, dorongan dari keluarga dan tekad untuk bangkit membuatnya memberanikan diri untuk mendatangi kantor BRI Cabang Malinau.

Dengan penuh harapan, Iwan mengajukan pinjaman pertama sebesar Rp 5 juta melalui program KUR BRI. Pinjaman ini disetujui dengan proses yang relatif cepat. Iwan terharu karena merasa mendapatkan kesempatan kedua dalam hidupnya.

Modal tersebut digunakan untuk membeli 35 liter bensin dan membuka kios kecil BBM di depan rumahnya.

“Saya tidak menyangka akan mendapatkan pinjaman secepat itu. BRI benar-benar memberikan harapan baru bagi saya. Dengan modal kecil ini, saya mulai membangun kembali hidup saya dari nol,” kenang Iwan.

Meskipun hanya kios kecil dengan jeriken bensin yang terbatas, bisnis tersebut mulai menarik perhatian warga sekitar yang kesulitan mendapatkan BBM karena jarak SPBU yang jauh.

Perlahan, penjualan BBM di kios kecil Iwan meningkat, dan ia mulai merasakan keuntungan meskipun masih kecil.

Tidak hanya memberikan pinjaman, BRI juga memberikan pendampingan dan edukasi kepada Iwan. Melalui program pelatihan kewirausahaan yang rutin diadakan oleh BRI, Iwan belajar banyak hal tentang pengelolaan keuangan, pemasaran, hingga cara menghadapi tantangan bisnis.

“Saya diajari bagaimana mengatur keuangan dengan baik, memisahkan uang pribadi dan usaha, serta mencatat setiap transaksi secara rinci. Hal ini sangat membantu saya untuk mengelola usaha dengan lebih profesional,” ujar Iwan.

Pendampingan ini menjadi salah satu faktor penting yang membuat Iwan semakin percaya diri dalam mengembangkan usahanya. Ia tidak lagi merasa sendiri dalam menghadapi tantangan bisnis karena selalu ada dukungan dari tim BRI yang siap memberikan solusi dan motivasi.

Seiring berjalannya waktu, usaha BBM eceran Iwan semakin berkembang. Penjualan BBM yang awalnya hanya 35 liter per minggu, meningkat hingga 500 liter per minggu. Melihat potensi pertumbuhan tersebut, Iwan kembali mengajukan pinjaman KUR tahap kedua sebesar Rp 15 juta pada tahun 2016.

Pinjaman ini digunakan untuk memperbesar kapasitas penyimpanan BBM dan membeli peralatan tambahan seperti tangki penyimpanan serta pompa manual. Dengan kapasitas yang lebih besar, Iwan mampu melayani lebih banyak pelanggan dan memperluas jangkauan distribusi hingga ke desa-desa tetangga.

“BRI tidak hanya memberikan pinjaman, tetapi juga kepercayaan kepada saya untuk terus berkembang. Saya merasa didukung sepenuhnya, dan ini memberikan motivasi besar untuk terus bekerja keras,” kata Iwan.

Tahun 2018 menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan bisnis Iwan. Setelah sukses mengelola bisnis BBM, ia melihat peluang besar di bisnis distribusi LPG.

Banyak warga di Desa Respen Tubu yang harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan LPG, sehingga kebutuhan akan pangkalan LPG di desa tersebut sangat mendesak.

Dengan keyakinan akan potensi bisnis ini, Iwan mengajukan pinjaman KUR sebesar Rp 129 juta kepada BRI. Awalnya, ia merasa ragu karena jumlah pinjaman yang diajukan cukup besar dibandingkan dengan pinjaman sebelumnya.

Namun, berkat rekam jejak yang baik dalam mengelola pinjaman sebelumnya, BRI kembali memberikan kepercayaan penuh kepada Iwan.

“Ketika pinjaman Rp 129 juta disetujui, saya merasa seperti mendapatkan hadiah terbesar dalam hidup saya. Dengan modal ini, saya bisa membeli 720 tabung LPG dan membuka pangkalan resmi di desa kami,” ujar Iwan dengan penuh semangat.

Bantuan finansial dari BRI tidak hanya memberikan keuntungan bagi Iwan, tetapi juga memberikan dampak positif yang besar bagi masyarakat sekitar.

Dengan adanya pangkalan LPG di Desa Respen Tubu, warga tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan gas. Harga LPG yang dijual Iwan juga lebih terjangkau dibandingkan dengan harga di tempat lain, karena ia mendapatkan pasokan langsung dari agen resmi.

Selain itu, Iwan juga membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar. Beberapa pemuda desa dipekerjakan sebagai tenaga distribusi dan administrasi di pangkalan LPG miliknya.

Dengan demikian, usaha Iwan tidak hanya meningkatkan perekonomian keluarganya, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.

“BRI tidak hanya membantu saya, tetapi juga membantu masyarakat desa ini. Usaha saya berkembang, dan banyak warga yang merasakan manfaatnya. Ini adalah salah satu kebahagiaan terbesar dalam hidup saya,” kata Iwan.

Meski telah mencapai kesuksesan, Iwan tetap menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan bisnisnya, seperti fluktuasi harga BBM dan LPG, serta persaingan dengan pengusaha lain. Namun, berkat hubungan yang baik dengan BRI, Iwan selalu mendapatkan solusi yang tepat.

“Saya sering berkonsultasi dengan tim BRI jika menghadapi masalah, terutama terkait permodalan. Mereka selalu memberikan solusi, seperti restrukturisasi pinjaman atau program baru yang bisa membantu kelangsungan usaha saya,” jelas Iwan.

Kini, Iwan memiliki rencana besar untuk masa depan. Ia ingin memperluas jaringan distribusi BBM dan LPG hingga ke desa-desa terpencil di Kabupaten Malinau yang belum terjangkau.

Ia juga berencana membuka usaha baru di bidang transportasi dan logistik untuk mendukung distribusi barang-barang penting di wilayah tersebut.

“Saya percaya bahwa selama ada dukungan dari BRI dan semangat untuk terus belajar, saya bisa mewujudkan impian-impian saya. Saya ingin terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi pengusaha kecil lainnya,” tutup Iwan dengan penuh optimisme.

Baca Juga: Unggul Dalam Tata Kelola, BRI Dinobatkan Sebagai The Most Trusted Company 2024

Kisah Iwan Septianus adalah bukti nyata bahwa dukungan dari lembaga keuangan seperti BRI dapat memberikan dampak besar dalam perjalanan seorang pengusaha.

Berkat bantuan finansial, pendampingan dan kepercayaan yang diberikan, Iwan berhasil bangkit dari keterpurukan dan meraih kesuksesan yang tidak hanya mengubah hidupnya, tetapi juga kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Kisah ini menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tidak pernah menyerah dan terus berjuang demi masa depan yang lebih baik. (***)

Editor : Azwar Halim
#bantuan keuangan #kaltara #perjalanan #dukungan keluarga #bri #pengusaha sukses #bangkit dari keterpurukan