Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Bakal Rehabilitasi 78 Ribu Hektare Bekas Tambak Udang

Radar Tarakan • Kamis, 24 Oktober 2024 | 08:05 WIB
BERDUET: Menteri dan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono dan Didit Herdiawan Ashaf mengaku siap berduet dalam Kabinet Merah Putih. (Nurul F/ JawaPos.com)
BERDUET: Menteri dan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono dan Didit Herdiawan Ashaf mengaku siap berduet dalam Kabinet Merah Putih. (Nurul F/ JawaPos.com)

JAKARTA - Menteri dan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono dan Didit Herdiawan Ashaf mengaku siap berduet dalam Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto periode 2024-2029.

Trenggono mengaku tidak ada pembagian tugas yang spesifik diantara keduanya. Bahkan, setiap gebrakan yang dilakukan merupakan buah dari kerja sama dari keduanya.

Ia bahkan mengibaratkan duet kepemimpinannya di Kementerian Kelautan dan Perikanan seperti pilot dan co-pilot. Dia juga menyebut, segala program bisa lebih mudah dilakukan karena mandornya ada dua.

 Baca Juga: Jangan Ketinggalan, Pendaftaran Kumpul Bikers Honda Terbesar di Indonesia Telah Dibuka

"Kalau dulu mandornya satu, saya sendirian, sekarang mandornya ada dua. Jadi lebih enak. Ibarat pilot dan co-pilot kalau saya lagi tidur, gantian co-pilot. Tapi kalau dua-duanya tidur bahaya nanti," kata Trenggono dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (22/10).

Salah satu gebrakan yang akan ditorehkan berdua, yakni soal rehabilitasi tambak udang windu seluas 78 ribu yang telah terbengkalai atau idle selama 35 tahun di Pantai Utara Jawa (Pantura).

Optimisme ini akan dilakukan karena sudah melihat keberhasilan rehabilitasi 80 hektar tambak udang idle menjadi Tambak Budi Daya Ikan Nila Salin di Karawang.

 Baca Juga: IHSG Langsung Hijau

"Bagaimana rehabilitasi yang sudah 35 tahun nganggur itu  bekas tambak udang di pantura ada 78 ribu hektar, jelek bener itu. Itu kalau kita ubah, saya sudah punya modelnya di Karawang, 80 hektar dan hasilnya bagus minta ampun. Ini valuenya sudah skala industri," jelasnya.

Selain itu, ia juga optimis dengan program rehabilitasi 78 ribu hektar tambak udang idle ini bisa memberikan dampak ganda atau multiplier effect bagi perekonomian. Salah satunya mampu menciptakan ratusan ribu lapangan pekerjaan.

"Kalau itu (tambak udang di Pantura) 78 ribu hektare kita ubah, bayangkan angkatan kerja berapa ratus ribu, lalu kemudian masyarakat yang tadinya hopeless dengan lahannya yang enggak bisa dipakai budidaya udang windu sekarang punya harapan," ungkap Trenggono.

 Baca Juga: Sektor Transportasi Butuh Kepastian Keberlanjutan

"Itu intervensi negara yang harus dilakukan. Ini saya kira yang salah satunya mengakselrasi ini, berdua ini," pungkasnya. (jpg/har)

Editor : Azwar Halim
#jakarta #rehabilitasi #Bekas Tambak #kkp