Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

BRIN: Suhu Panas Dipicu Posisi Matahari

Radar Tarakan • Sabtu, 12 Oktober 2024 | 09:48 WIB

 

AGUNG KURNIAWAN/JAWA POS ILUSTRASI: Panas matahari.
AGUNG KURNIAWAN/JAWA POS ILUSTRASI: Panas matahari.
 

JAKARTA - Masyarakat di sebagian wilayah Indonesia merasakan cuaca yang cukup panas. Bahkan, ada yang suhunya sampai menyentuh 37 derajat Celsius lebih. Fenomena itu disebabkan posisi matahari yang berada di selatan garis khatulistiwa.

Peneliti ahli utama BRIN, Prof. Edvin Aldrian menjelaskan, selama ini ada siklus di mana posisi matahari berada di utara atau selatan garis khatulistiwa. “Sekarang posisinya di selatan khatulistiwa,” kata Edvin, Kamis (10/10).

Akibatnya, daerah-daerah di selatan khatulistiwa merasakan panas yang lebih kuat dibandingkan biasanya. Khususnya di Pulau Jawa. Edvin mengatakan, puncak siklus matahari berada di belahan bumi bagian selatan terjadi pada 23 September lalu.

Dia menjelaskan, secara berangsur-angsur posisi matahari bergerak ke utara sehingga bagian selatan garis khatulistiwa akan kembali tidak terasa panas. Kondisi itu akan berbarengan dengan masuknya musim hujan.

“Kan bulan yang akhirannya ber, ber, ber itu musim hujan,” jelasnya. Termasuk pada Oktober ini. Memasuki paro kedua Oktober, intensitas hujan diprediksi semakin meningkat.

Sementara itu, Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani menuturkan bahwa selain panas terik, potensi terjadinya hujan ekstrem juga perlu diwaspadai.

Tercatat 12 stasiun meteorologi mendeteksi terjadinya hujan intensitas ekstrem, sangat lebat, dan lebat. (wan/idr/c7/bay/jpg/lim)

Editor : Azwar Halim
#suhu panas #BRIN #jakarta #wilayah indonesia