Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Menyesal Jika Tak Perjuangkan Ganjar di Pilpres

Azwar Halim • Senin, 5 Februari 2024 | 09:27 WIB
BERI DUKUNGAN: Politikus PDI Perjuangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hadir dalam acara Konser Metal atau Kampanye Akbar Ganjar-Mahfud di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (3/2). (TPN Ganjar-Mahfud)
BERI DUKUNGAN: Politikus PDI Perjuangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hadir dalam acara Konser Metal atau Kampanye Akbar Ganjar-Mahfud di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (3/2). (TPN Ganjar-Mahfud)
JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan, dirinya akan menyesal jika tidak memperjuangkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD pada pilpres 2024. Karena itu, dirinya mundur dari jabatan Komisaris Utama PT Pertamina.

Mantan Gubernur Jakarta ini menegaskan, dirinya tak pernah menyesali keputusan mundur dari jabatan Komisaris Utama PT Pertamina.

"Iya, saya kira ini kesempatan saya seumur hidup ya. Bahwa kalau kita tidak memperjuangkan Mas Ganjar, kita akan menyesal seumur hidup nanti," kata Ahok usai menghadiri Konser Metal atau Kampanye Akbar Ganjar-Mahfud di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (3/2).

Ahok menegaskan, Ganjar Pranowo merupakan calon presiden yang paling pantas menjadi presiden 2024. Karena itu, Ahok memilih mundur agar bisa ikut memperjuangkan Ganjar.

Sebab, jika tidak mundur ia tak bisa ikut kampanye. Konstitusi menegaskan, semua pejabat BUMN wajib mundur jika mendukung pasangan calon tertentu dan ikut kampanye.

"Kita selalu diajari untuk taat konstitusi. Konstitusi mengatur siapapun yang ikut kampanye dan dia anggota BUMN wajib mundur. Saya taat pada konstitusi, saya memutuskan keluar untuk memperjuangkan Mas Ganjar," terangnya.

Ahok mengutarakan, semua pejabat negara seharusnya taat konstitusi jika berpihak dan ingin mengampanyekan calon tertentu pada Pemilu 2024. Namun, ia enggan berkomentar terkait menteri dan kepala daerah yang saat ini ikut kontestasi pada Pilpres 2024, apakah sebaiknya mundur atau tidak.

"Kalau menteri dan kepala daerah kan katanya nggak perlu mundur. Meskipun Pak Mahfud MD memilih mundur," pungkas Ahok. (jpg/har) Editor : Azwar Halim
#nasional