Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Proyek Jembatan ATJ Sudah Tidak Layak, Pusat Akan Bangun Baru

Azwar Halim • Jumat, 22 Desember 2023 | 09:29 WIB
KP  DIBANGUN BARU: Lokasi proyek jembatan baru pengganti Aji Tulur Jejangkat di Kelurahan Melak Ilir, Kecamatan Melak, Kubar.
KP DIBANGUN BARU: Lokasi proyek jembatan baru pengganti Aji Tulur Jejangkat di Kelurahan Melak Ilir, Kecamatan Melak, Kubar.
SENDAWAR – Permintaan Bupati Kutai Barat (Kubar) FX Yapan untuk melanjutkan proyek Jembatan Aji Tulur Jejangkat (ATJ) tidak dipenuhi. Pemerintah pusat justru akan membangun jembatan baru untuk menghubungkan Kecamatan Melak dan Kecamatan Mook Manaar Bulatn. Dengan begitu,usaha Bupati FX Yapan Bersama Wakil Bupati Kubar Edyanto Arkan tak sia-sia. Proyek Jembatan ATJ yang mangkrak bertahun-tahun tidak dilanjutkan, tapi pusat akan bangun jembatan baru.

Dalam pertemuan dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) di Balikpapan, kata Yapan, rencana bangun jembatan baru mendekati kata sepakat.

"Waktu pertemuan 80 persen BBPJN merencanakan jembatan itu akan dibangun baru," ungkapnya.

Menurut dia, proyek mangkrak sejak 2015 itu dianggap tak layak dilanjutkan, sehingga pemerintah pusat memilih membangun jembatan baru sebagai penggantinya. Semua itu sudah dipertimbangkan. Lokasi jembatan baru berada di hilir proyek jembatan lama.

Kemudian, PR bagi Pemkab Kubar saat ini adalah membuat perencanaan pembangunan jembatan baru.

"Kita yang merencanakan pembangunan. Namun, untuk pembangunan fisiknya langsung dilakukan oleh pusat. Di tahun 2024 kita sudah masuk perencanaan itu dan fisiknya mereka," ucap bupati.

Diberitakan sebelumnya, proyek terganjal masalah teknis dan kasus hukum yang menjerat oknum kontraktor PT Waskita Karya. Adapun dibangun sejak 2012 di masa Bupati Ismail Thomas. Proyek itu menelan dana hingga ratusan miliar dan mangkrak sejak 2015. (*/luk/kri/k16/jnr)

  Editor : Azwar Halim
#Kutai Barat #kaltim