Dibaluti adonan berwarna hijau, siapa yang tak kenal dengan sajian khas dari Makassar, Sulawesi Selatan ini. Ya, es pisang hijau atau yang lebih dikenal dengan sebutan es pisang ijo.
Sajian es pisang ijo ini sangat populer di kalangan masyarakat. Apalagi dengan tambahan sirup merahnya dan vla putih bubur sumsum, yang berpadu dalam sajian es pisang ijo ini.
Biasanya es pisang ijo ini banyak dijumpai saat bulan puasa, untuk jajanan takjil. Namun kesegarannya yang memanjakan lidah, banyak pula yang mencarinya di hari biasa.
Apalagi akhir-akhir ini cuaca di Kota Tarakan sangatlah terik. Rasanya yang manis dan segar, memang cocok disuguhkan dan dinikmati saat cuaca terik.
Biasanya es pisang ijo yang dijumpai tanpa topping. Nah berbeda pula yang disuguhkan oleh owner es pisang ijo varian topping. Aini Agustina mengatakan, diberi tambahan aneka topping seperti parutan keju, choco chips, meses dan kacang dapat memperkaya rasa es pisang ijo ini.
“Sebenarnya saya orang Jawa, dan awalnya dari orang yang jual tapi polos. Jadi saya mengembangkan, kalau saya buat untuk dimakan, saya campur yang lain ternyata enak juga,” ujar wanita berusia 34 tahun ini.
Melihat dari bahannya yang sederhana, pembuatannya pun cukup mudah. Tetapi adonan dadar untuk balutan pisangnya, prosesnya sedikit ribet. Nah, kekentalan adonannya ini harus diperhatikan. Agar mendapatkan tekstur dadar yang lembut, kenyal dan legit.
“Kalau kebanyakan air, nanti encer jadi waktu digulung malah pecah. Tapi kalau terlalu kental juga, susah merata adonannya, jadi kentalnya harus diperhatikan,” jelas wanita yang akrab disapa Tina.
Sudah lima tahun menjajakan es pisang ijo ini, tentu ia berupaya mempertahankan kualitas rasanya. Selain bahan-bahan yang digunakan wajib segar, tetapi banyaknya isian pasti memanjakan lidah konsumen.
“Lebih baik bahan yang dimasukkan banyak, daripada kita mengurangi. Misalnya, saya lebih senang kalau banyak kelapanya, susunya dan pas. Tidak pakai pemanis buatan,” tukasnya. (*/one/fly)
Editor : Azwar Halim