BERMACAM-macam kue kering yang dapat disuguhkan, untuk camilan atau kudapan keluarga di rumah. Tak hanya untuk camilan keluarga, kue kering pun menjadi pilihan inti saat ada perayaan besar. Seperti saat ini, bagi umat Kristiani merayakan Natal. Pastinya kue kering banyak disiapkan di atas meja untuk tamu yang datang.
Sebenarnya kue kering ini dapat ditemukan setiap hari dan banyak dijajakan di toko-toko. Apalagi masyarakat Indonesia sangat menyukai ngemil. Maka tak heran, ada saja kue kering di rumah-rumah tanpa harus menunggu perayaan besar.
Banyak yang menyukai kue jenis ini, dikarenakan daya tahannya lebih lama. Bahkan hingga berbulan-bulan. Karena dibuat dengan teknik memanggang di dalam oven dan digoreng. Sehingga teksturnya pun kering.
Saat ini, kue kering modern tengah menjamur di kalangan masyarakat. Tapi jangan salah, kue kering tradisional pun tak kalah enaknya. Kue tradisional ini pun masih dibuat secara manual. Sehingga memiliki cita rasa khas tersendiri.
Seperti kue tradisional grigit khas Tidung. Riski (22) mengatakan, pembuatan kue ini termasuk sangat mudah. Apalagi bahan dasarnya hanya kelapa tua, gula putih, tepung terigu dan sedikit air. Kue grigit salah satu kue tradisional yang jarang ditemukan di hari biasa. Banyak dijajakan saat terdapat acara besar atau hari kebudayaan di Kalimantan Utara.
Adonan yang dibentuk seperti roti ini, permukaannya memiliki ciri khas. Jika dilihat dengan saksama, terdapat garis halus yang memanjang menyerupai tulang daun. Membuat garis tersebut pun masih tradisional, dengan cara manual menggunakan benang.
“Bisa juga pakai sendok, tapi supaya lebih rapi pakai benang. Kita jual pas ada pameran saja, atau kegiatan kebudayaan seperti ini. Sekalian mengenalkan kue Tidung,” terangnya.
Nah, tak hanya kue grigit. Kue kering tradisional khas Kalimantan Utara masih banyak lagi. Seperti kue batang jabuk, kerupuk ikan pepija dan kerupuk cumi. Nah, ketiga kue ini mulai banyak dijajakan di toko-toko. Apalagi kue batang jabuk, banyak dijumpai saat momen perayaan hari keagamaan. (*/one/fly)
Editor : Azwar Halim