MALINAU - Pelaksanaan Irau ke-9 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Malinau semakin hari semakin menunjukkan warna dari keberagaman. Salah satunya Paguyuban Warga Jawa (Pakuwaja) Malinau yang menampilkan upacara adat Tingkepan atau upacara saat kehamilan 7 bulan pertama dan atraksi Kuda Lumping, Selasa (23/10) di Arena Pelangi Intimung.
“Kebetulan usia kehamilan anak saya ini 7 bulan pak, jadi prosesi ini benar-benar dilakukan sebagaimana mestinya. Tidak memakai pemeran pengganti pak,” ucap perwakilan Pakuwaja, Imam Samuji saat menyampaikan laporannya yang disambut senyum para tamu undangan.
Upacara yang disebut juga dengan Mitoni ini dilaksanakan pada usia kehamilan 7 bulan dan pada kehamilan pertama kali. Upacara ini bermakna bahwa pendidikan bukan saja setelah dewasa akan tetapi semenjak benih tertanam di dalam rahim ibu. Dalam upacara ini sang ibu yang sedang hamil dimandikan dengan air kembang setaman dan disertai doa yang bertujuan untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar selalu diberikan rahmat dan berkah sehingga bayi yang akan dilahirkan selamat dan sehat.
“Acara ini yang kedua kali diadakan secara sungguh-sungguh (betulan). Yang pertama tahun 2008 dari suku Dayak Lundayeh yang dinikahkan secara adat secara langsung dan selanjutnya dinikahkan di gereja,” ucap Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si saat menyampaikan sambutan dan apresiasi.
Menurut Bupati, pernak-pernik budaya yang ditampilkan sangat luar biasa. Para penerus saat ini mungkin tidak mengerti bagaimana pemikiran orang tua dulu yang membuat cara atau berdoa agar melahirkan dengan selamat dan dengan pola yang telah dipraktekkan. Akan tetapi, tegas Bupati, itulah hakekatnya budaya bangsa Indonesia yang luar biasa. “Mungkin di Jawa itu biasa, tetapi begitu ditampilkan di Malinau ini menjadi luar biasa,” puji Bupati.
Keanekaragaman etnis dan budaya yang ada di Malinau menjadi dasar Bupati Malinau Yansen TP dan Wakil Bupati Malinau Topan Amrullah mencanangkan agar Malinau aman, nyaman dan damai. “Malinau sebagai rumah besar kita, jadikanlah Malinau sebagai rumah kita. Jika kita mencintai rumah kita, mari kita membersihkan lingkungan kita. Segala hal-hal yang tidak baik mari kita singkirkan. Karena kita sudah sepakat dengan program kita yaitu RT Bersih dan harus kita perjuangkan itu,” imbuhnya.
Terakhir Bupati yang akrab disapa Yansen ini berharap kepada warga Jawa yang ada di Malinau agar dapat bersatu dalam satu kesatuan warga Jawa dan jangan sampai terpecah belah oleh kepentingan pribadi. “Bangun Malinau dengan persatuan dan kesatuan,” imbaunya. (hms/fly)
Editor : Azwar Halim