MALINAU – Dengan keberagaman adat dan budaya masyarakat Kabupaten Malinau yang terdiri berbagai macam suku, agama dan latar belakang pastinya memiliki berbagai macam makanan tradisional. Itu merupakan potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata kuliner.
Terkait hal tersebut, Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si mengapresiasi semua langkah atau kegiatan yang dilakukan lembaga pemerintahan, baik dari tingkat kabupaten hingga ke desa-desa dan juga lembaga-lembaga masyarakat serta masyarakat yang telah berupaya mengembangkan potensi wisata kuliner. Seperti halnya apa yang dilakukan oleh Lembaga Adat Besar Tidung (LABT) Kabupaten Malinau beberapa waktu lalu pada acara halal bihalal LABT tahun 1439 Hijriah/2018 Masehi yang menampilkan berbagai macam masakan tradisional khas Suku Tidung. Bupati menganggap apa yang dilakukan oleh LABT adalah hal yang kreatif.
“Inilah yang saya selalu imbau dan dorong serta motivasi, masyarakat itu kita harus kreatif. Acara ini acara halal bihalal, tapi dalam acara yang sebenarnya acara keagamaan ini ada kegiatan-kegiatan yang seperti penyajian makanan-makanan tradisional yang beranekaragam. Ini yang saya maksudkan kreatif itu,” ujar Bupati beberapa waktu lalu.
Kreativitas seperti itu, lanjut Bupati, harus terus dibangun dan dikembangkan agar dampaknya bisa dirasakan masyarakat dengan menjadi sebuah sumber pendapatan. Terutama dampak dari wisata kuliner, karena menurutnya ada dua hal yang mendasar dampaknya, yang pertama menjadi aset wisata dan kedua memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.
Dan dalam aspek memenuhi kebutuhan pokok masyarakat juga terdapat dua hal, yaitu memberi gizi kepada masyarakat dan juga memberi pendapatan kepada masyarakat. “Nah oleh sebab itu, dampaknya yang multi ini, seharusnya kita dorong semua. Saya harapkan nanti pak Camat, pak Kades ya harus mendorong ibu-ibu rumah tangga dan masyarakat, bagaimana mengeksploitasi budaya terutama yang berkaitan tentang kuliner ini,” pinta Bupati yang akrab disapa Yansen ini kepada Camat Malinau Utara dan Kepala Desa Wisata Budaya Serindit Malinau Seberang yang ada di sampingnya saat itu.
Selaku pimpinan daerah yang kabupatennya mendeklarasikan sebagai kabupaten pariwisata ini, dirinya berharap semua elemen masyarakat, terutama lembaga-lembaga adat dan paguyuban yang ada di Malinau menumbuh kembangkan potensi kuliner yang dimiliki oleh semua etnis yang ada di Malinau.
Bupati menegaskan, melihat dari kuliner yang ditampilkan masyarakat Tidung Malinau di acara halalbihalal saja sudah banyak menu kuliner tradisional, apalagi kalau semua etnis menampilkan kulinernya, maka Malinau bisa menjadi tujuan wisata kuliner oleh wisatawan domestik, bahkan internasional.
“Saya harap ini ditumbuh kembangkan. Dari apa yang saya amati hampir 20 meja lebih (kuliner khas Tidung), semuanya menampakkan kekayaan yang luar biasa. Saya harap ini betul-betul dibudayakan, dikembangkan. Jangan hanya terus menjadi konsumsi lomba-lomba saja atau mengisi sebuah event, tapi bagaimana kita mempresentasikan event-event ini untuk mengembangkan kreativitas, menumbuh kembangkan budaya dan menumbuhkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (ags/fly)
Editor : Azwar Halim