MALINAU-Deden Ramdan selaku Direksi PT. BDMS-PT. MA mengungkapkan, masih sangat dimungkinkan oleh manajemen perusahaan untuk melakukan pengembangan demplot lahan sawah yang lebih banyak lagi. Hal ini juga termotivasi oleh banyaknya laham pertanian masyarakat yang masih belum tergarap dengan maksimal.
"Karena pihak perusahaan juga sudah membuat time land dan replikasinya yang mengarah pada pengembangan sektor sektor pertanian padi awah tersebut," tegas Deden Ramdan kepada media ini saat dikonfirmasi terkait dengan permintaan Bupati Malinau Dr.Yansen T.P, M.Si agar perusahaan juga berpartisipasi membantu dalam pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Malinau.
Tentunya, sambung Deden Ramdan, harus dilakukan bersama-sama dengan masyarakat, sehingga antara pihak perusahaan dengan masyarakat khususnya kelompok tani pemilik lahan itu bisa sinergi. "Kalau pun ada stock file batubara, tetapi di sekelilingnya itu masih bertanam. Masih bisa bersinergi lah. Artinya, apa yang bisa didukung dari perusahaan ya bisa dibantu untuk kepentingan bersama," jelas Deden Ramdan.
Terkiat dengan pengembangan sektor pertanian di wilayah kecamatan lainnya, dikatakan Deden Ramdan, PT BDMS dan MA juga sudah melakukan hal itu. Terutama di wilayah Desa Langap juga sudah diprogramkan dan dua program yang berjalan, karena pertanian ini merupakan hal baru bagi perusahaan. Sebab sebelumnya itu pihak perusahaan lebih berbicara soal batubara dan lainnya. "Pertanian ini adalah suatu hal yang baru bagi perusahaan. Tapi kami optimis dengan adanya support dari masyarakat, pemerintah daerah dan juga ahli dari IPB (Institute Pertanian Bogor) dan sekaligus sebagai tenaga ahli perusahaan. Harapannya sih, bisa lebih baik dan bisa berkembang," pungkas Deden Ramdan. (ida/fly)