TARAKAN – Meski beberapa sarana olahraga sudah terpenuhi di Kota Tarakan, namun masih terkendala pada sarana cabang olahraga balap motor. Meskipun beberapa tahun belakangan Pemerintah Kota Tarakan sudah sering mewacanakan pembangunan sirkuit road race permanen untuk cabang ini.
Pihak pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Utara pun mengaku prestasi dari atlet di Tarakan anjlok karena persoalan ini. Seperti diungkapkan Ketua IMI Kalimantan Utara Sulis Krisbowo. Diauiknya pihaknya merasa kecewa karena tidak kunjung terealisasinya pembangunan sirkuit di Tarakan. Hal ini pun menyebabkan semakin maraknya balap liar hingga memakan korban jiwa. Termasuk penurunan prestasi bagi pembalap Tarakan karena tidak adanya sirkuit permanen untuk lokasi berlatih. “Kecewa jelas ada. Sebab dari beberapa tahun silam sudah ada terdengar pembangunan sirkuit tapi masih sebatas wacana. Sampai mau pergantian kememimpinan di Pemerintah Kota Tarakan, kabar pembangunan tersebut sudah tidak ada lagi terdengar hingga saat ini. Sebenarnya yang kami butuhkan hanya lintasan saja untuk awal pembangunannya,” ungkap Krisbowo kepada media ini, saat ditemui di Sekertarian KONI Tarakan kemarin (22/1).
Ditegaskan Kris, sapaannya, kemajuan prestasi terlihat bagi atlet Kabupaten Bulungan. Hal ini disebabkan sejak beberapa tahun sudah memiliki sirkuit permanen. “Agenda IMI setiap tahunnya itu sangat padat, baik dari cabang road race dan grasstrack sehingga sircuit sangat dibutuhkan. Saya mewakili para pembalap di Tarakan khususnya, bagi para calon pemimpin Tarakan ke depan bisa membangun sirkuit permanen. Hal ini juga pastinya mengurangi adanya balap liar di Tarakan serta meningkatkan kualitas bagi pembalap di Tarakan, yang jauh ketinggalan dengan pembalap-pembalap di regional Kalimantan lainnya,” ungkapnya.
Selama ini, IMI Kaltara jika menunjuk Tarakan sebagai tuan rumah pelaksanaan kejuaraan road race, hanya memanfaatkan jalan umum seperti bundaran Stadion Datu Adil yang sudah dua kali melaksanakan kejuaraan, baik kejurda maupun kejurnas. “Sebenarnya pembalap Tarakan ini bingung mau berlatih di mana. Jika ada kejuaraan sehingga banyak dari para pembalap hanya memanfaatkan jalan yang sepi agar tidak mengganggu aktivitas publik. Ini juga menjadi tamparan sebenarnya bagi para calon pemimpin Tarakan ke depannya, untuk memanjukan Tarakan,” tegas Krisbowo. (puu/ash)
Editor : Azwar Halim