Dari Pedalaman hingga Malinau Barat, Paulus Terima Satyalencana Karya Satya atas 20 Tahun Pengabdian

Dip Ratar • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 05:12 WIB
Paulus Kepala SDN 002 Malinau Barat. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
Paulus Kepala SDN 002 Malinau Barat. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU - Dua puluh tahun pengabdian di dunia pendidikan menjadi perjalanan panjang yang dilalui Paulus sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Malinau. Pengabdiannya di berbagai wilayah, termasuk pedalaman Long Adiu, kini mendapat penghargaan melalui Satyalencana Karya Satya.

Paulus menerima tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya kategori 20 tahun dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Malinau.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Malinau Wempi W. Mawa selaku inspektur upacara kepada para ASN yang telah memenuhi persyaratan untuk menerima tanda kehormatan atas masa pengabdiannya.

Bagi Paulus, penghargaan tersebut menjadi momen yang penuh rasa syukur sekaligus menjadi penanda perjalanan panjangnya dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.

“Saya merasa bersyukur kepada Tuhan atas pimpinan-Nya sehingga pada hari ini saya dapat penghargaan, sudah dapat melewati 20 tahun melaksanakan tugas,” ujar Paulus kepada Radar Tarakan usai menerima penghargaan.

Saat ini, Paulus mengemban amanah sebagai Kepala SDN 002 Malinau Barat. Sebelum bertugas di wilayah tersebut, ia pernah dipercaya menjadi kepala sekolah di Long Adiu.

Selama kurang lebih tiga tahun berada di Long Adiu, Paulus menjalankan tugasnya sebagai pendidik di wilayah pedalaman. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian berkesan dalam perjalanan pengabdiannya.

Setelah menyelesaikan tugas di Long Adiu, Paulus kemudian kembali ditugaskan di Malinau Barat pada 2019. Hingga kini, ia terus melanjutkan pengabdiannya melalui dunia pendidikan.

Menurut Paulus, perjalanan selama 20 tahun menjadi pengalaman berharga yang mempertemukannya dengan berbagai tantangan sekaligus memberikan kesempatan untuk berkontribusi bagi masyarakat.

Penghargaan Satyalencana Karya Satya yang diterimanya pun tidak dipandang sebagai akhir dari pengabdian. Sebaliknya, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Malinau.

Ia berharap dunia pendidikan di Malinau ke depan semakin berkembang dan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat, termasuk anak-anak yang berada di wilayah pedalaman.

“Kami tetap berupaya dunia pendidikan di Kabupaten Malinau ini mudah-mudahan ke depan semakin baik lagi,” tuturnya.

Bagi Paulus, perjalanan dari wilayah pedalaman hingga Malinau Barat menjadi bagian dari 20 tahun pengabdian yang tidak hanya mencatat masa kerja, tetapi juga menjadi jejak kontribusinya dalam mendukung kemajuan pendidikan dan generasi penerus di Kabupaten Malinau. (dip)

Editor : Azward Halim
malinau