Refleksi HUT ke-81 RI, Bupati Wempi Tekankan Pentingnya Menjaga Persatuan dan Kearifan Lokal Budaya

Dip Ratar • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 19:21 WIB
HUT RI: Detik-detik pengibaran bendera sang saka merah putih oleh Paskibraka Malinau di Padan Liu Burung, Malinau, Senin (17/8). FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
HUT RI: Detik-detik pengibaran bendera sang saka merah putih oleh Paskibraka Malinau di Padan Liu Burung, Malinau, Senin (17/8). FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Malinau dan masyarakat untuk merefleksikan kembali makna kemerdekaan sekaligus memperkuat persatuan dan menjaga kearifan lokal budaya.

Bupati Malinau Wempi W. Mawa usai bertindak sebagai inspektur upacara HUT ke-81 RI yang digelar di Panggung Budaya Padan Liu Burung (PLB), Senin (17/8). Upacara diikuti jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, pelajar, organisasi masyarakat, serta masyarakat Kabupaten Malinau.

Adapun, Ketua DPRD Kabupaten Malinau Ping Ding, mendapat kehormatan membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam wawancaranya, Wempi mengatakan, peringatan kemerdekaan merupakan momentum bersejarah untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang telah membawa bangsa Indonesia keluar dari masa penjajahan.

Menurutnya, kemerdekaan yang telah diraih harus dimaknai dengan mengisi pembangunan sesuai dengan cita-cita luhur bangsa. Semangat tersebut tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga dengan menjaga persatuan, kebinekaan serta nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat.

“Hari kemerdekaan adalah hari yang paling bersejarah bagi kita, bagi masyarakat. Kita tahu bahwa tujuan kita merdeka. Kita memiliki pengalaman bagaimana bangsa ini tertindas,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Senin (17/8).

Ia menegaskan, persatuan dan kesatuan menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan pembangunan. Terlebih Indonesia memiliki keberagaman suku, budaya dan tradisi yang menjadi bagian dari identitas bangsa.

Karena itu, Wempi mengajak masyarakat Kabupaten Malinau untuk terus merawat kebinekaan dan persatuan di tengah keberagaman yang ada.

“Dengan semangat kemerdekaan itu hari ini kita bersama-sama merefleksikan kemerdekaan, mengenang perjuangan para pahlawan dan hari ini serta seterusnya kita mengisi kemerdekaan sesuai dengan cita-cita luhur bangsa kita,” katanya.

Selain persatuan, Wempi juga menekankan pentingnya menjaga kearifan lokal budaya sebagai bagian dari upaya mengisi kemerdekaan. Menurutnya, pembangunan daerah harus tetap berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur.

Ia menyebut, kearifan lokal yang dimiliki Kabupaten Malinau merupakan kekayaan daerah yang perlu dijaga bersama oleh pemerintah maupun masyarakat.

“Harapan kita mencapai masyarakat yang adil dan sejahtera dengan tetap mengutamakan persatuan dan kesatuan, serta menjaga kearifan lokal, termasuk di Kabupaten Malinau ini,” tuturnya.

Wempi juga mengingatkan bahwa mengisi kemerdekaan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah. Seluruh masyarakat sebagai warga negara memiliki kewajiban untuk berkontribusi sesuai dengan peran masing-masing.

Ia mengajak masyarakat untuk terus mendoakan bangsa dan para pemimpin serta bersama-sama mengambil bagian dalam pembangunan demi mewujudkan kesejahteraan.

Menurutnya, masyarakat juga patut bersyukur karena Indonesia dapat menikmati kemerdekaan di tengah kondisi sejumlah negara lain yang masih menghadapi konflik.

“Banyak negara di belahan dunia ini yang tidak bisa menikmati kemerdekaannya secara optimal karena terjadi konflik. Akhirnya, kesejahteraan yang menjadi harapan tidak tercapai,” ungkapnya.

Karena itu, momentum HUT ke-81 RI diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menyatukan semangat dalam melanjutkan perjuangan pembangunan.

“Mari kita satukan semangat kita untuk ke depan membangun atau menyelesaikan yang belum selesai dalam perjuangan kita bersama di negeri ini. Termasuk di Bumi Intimung Kabupaten Malinau yang kita cintai,” pungkasnya. (dip)

Editor : Azward Halim
malinau