MALINAU - Harga cabai di Kabupaten Malinau mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Di Pasar Induk Malinau, harga cabai kini mencapai Rp 130 ribu hingga Rp 135 ribu per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan harga yang tercatat pada awal Juni lalu.
Pedagang cabai di Pasar Induk Malinau, Umilia, mengatakan kenaikan harga sudah terjadi sejak tingkat petani. Saat ini, harga cabai yang dibeli pedagang dari petani lokal mencapai Rp 120 ribu per kilogram.
“Cabai yang naik harganya ini pak. Kita ambil dari petani itu cabai Rp 120 ribu per kilogram, baru kita jualkan Rp 130 ribu sampai Rp 135 ribu per kilogram. Diambil dari petani Malinau,” ujarnya saat diwawancarai Radar Tarakan, Sabtu (14/6).
Berdasarkan rilis terakhir Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Malinau pada 2 Juni 2026, harga cabai masih berada di angka Rp 102.500 per kilogram. Dengan harga saat ini yang mencapai Rp 135 ribu per kilogram, terjadi kenaikan sekitar Rp 32.500 per kilogram atau lebih dari 30 persen.
Meski harga cabai melonjak, pemantauan terhadap harga kebutuhan pokok di pasar disebut tetap dilakukan secara rutin oleh pemerintah daerah. Umilia mengatakan petugas Disperindagkop kerap turun langsung untuk memantau perkembangan harga.
“Iya pak, sering juga Disperindagkop ngecek ke pasar. Seminggu sekali datang cek-cek harga,” katanya.
Kenaikan harga cabai tidak hanya dirasakan oleh masyarakat sebagai konsumen rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha kuliner yang setiap hari bergantung pada komoditas tersebut sebagai bahan baku utama.
Salah satu pemilik warung makan di Malinau, Siti, mengaku harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk membeli cabai yang digunakan sebagai bahan sambal. Padahal sambal merupakan menu pelengkap yang selalu tersedia bagi pelanggan.
“Kalau cabai naik begini tentu terasa sekali. Setiap hari kami buat sambal untuk pelanggan, jadi cabai selalu dibutuhkan. Biaya belanja jadi bertambah,” jelasnya.
Menurutnya, kenaikan harga cabai membuat pelaku usaha kecil harus lebih cermat mengatur penggunaan bahan baku agar biaya modal tidak membengkak. Meski demikian, hingga saat ini ia masih berupaya mempertahankan harga makanan yang dijual.
Pelaku usaha kuliner berharap harga cabai dapat kembali stabil dalam waktu dekat sehingga tidak semakin membebani usaha kecil maupun masyarakat. (dip/lim)
Editor : Azward Halim