Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kaji Rute Baru Penerbangan, Bandara RA Bessing Malinau Bidik Konektivitas ke Samarinda dan Pedalaman

Dip Ratar • Minggu, 14 Juni 2026 | 14:25 WIB
ILUSTRASI: Sejumlah penumpang di Bandara RA Bessing menaiki pesawat susi air menuju pedalaman Long Ampung. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
ILUSTRASI: Sejumlah penumpang di Bandara RA Bessing menaiki pesawat susi air menuju pedalaman Long Ampung. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU – Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) RA Bessing Malinau tengah mengkaji peluang pengembangan rute penerbangan baru guna meningkatkan konektivitas udara Kabupaten Malinau, baik ke wilayah pedalaman maupun kota-kota besar di Kalimantan.

Kepala Kantor Bandara Kolonel RA Bessing Malinau, Handoko Budi Waluyo, mengatakan kajian tersebut dilakukan berdasarkan hasil penjaringan masukan dari para penumpang yang menggunakan layanan penerbangan di Malinau.

Menurutnya, hasil survei sederhana yang dilakukan menjadi bahan awal untuk melihat potensi rute-rute baru yang dinilai memiliki prospek dan kebutuhan masyarakat.

“Beberapa potensi yang bisa kita usulkan atau inisiasi untuk pengembangan rute baru di Malinau sedang kami kaji, baik penerbangan ke wilayah pedalaman maupun ke bandara besar seperti Balikpapan dan Samarinda,” ujarnya saat diwawancarai Radar Tarakan, Kamis (11/6).

Selain membuka peluang rute baru, pihak bandara juga mulai menggali kemungkinan reaktivasi sejumlah jalur penerbangan yang pernah beroperasi pada masa lalu, termasuk rute Malinau–Tarakan yang dinilai masih memiliki potensi pasar.

Untuk konektivitas menuju Tanjung Selor, Handoko menilai saat ini belum menjadi prioritas pengembangan karena akses transportasi darat sudah cukup memadai dan terhubung dengan baik.

“Tanjung Selor belum masuk dalam pembahasan saat ini. Kami lebih fokus mengoptimalkan konektivitas ke daerah pedalaman dan kota alternatif selain Tarakan maupun Balikpapan,” katanya.

Salah satu kota yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai tujuan penerbangan langsung dari Malinau adalah Samarinda. Menurut Handoko, terdapat hubungan yang cukup kuat antara masyarakat Malinau dengan ibu kota Provinsi Kalimantan Timur tersebut.

Ia menyebut kebutuhan pendidikan, layanan kesehatan, hingga aktivitas bisnis menjadi faktor yang mendorong tingginya mobilitas masyarakat menuju Samarinda.

“Kami melihat ada hubungan emosional dan kebutuhan masyarakat Malinau dengan Samarinda, baik untuk pendidikan, kesehatan maupun kegiatan usaha. Ini yang sedang kami kaji lebih lanjut,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk pelayanan penerbangan perintis dan wilayah perbatasan, Handoko memastikan sejumlah bandar udara di pedalaman Malinau saat ini telah terhubung dan dilayani secara rutin.

Beberapa di antaranya adalah Long Ampung, Mahak Baru, Data Dian, Binuang, Long Pala, Long Sule, dan Long Alango.

Menurutnya, operasional penerbangan ke wilayah-wilayah tersebut berjalan melalui dua skema pendanaan, yakni subsidi dari pemerintah daerah dan subsidi dari pemerintah pusat.

“Sekarang seluruh layanan itu sudah berjalan. Jadi konektivitas ke sejumlah wilayah pedalaman dan perbatasan sudah terlayani melalui dukungan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” pungkasnya. (dip/lim)

Editor : Azward Halim
#malinau