MALINAU – Pemerintah Kabupaten Malinau mulai mematangkan rencana penataan kembali kawasan Pasar Pelangi yang terbakar pada tahun lalu. Kawasan tersebut disiapkan menjadi pusat ekonomi baru berkonsep pasar urban yang menggabungkan fungsi perdagangan, kuliner, dan ruang publik dalam satu kawasan yang lebih tertata dan modern.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat ekspose perencanaan pekerjaan pembangunan dan pematangan kawasan Eks Pasar Pelangi yang dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Malinau, Agustinus, di Ruang Intulun, Kamis (4/6).
Agustinus mengatakan, penataan kembali kawasan pasar merupakan upaya pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat yang terdampak kebakaran sekaligus menciptakan kawasan perdagangan yang lebih representatif.
“Harapannya, kegiatan perekonomian masyarakat yang terdampak kebakaran dapat tumbuh kembali. Konsepnya seperti food court atau pasar urban, jadi pasar tradisional yang ditata lebih baik menuju modern, tetapi tetap mempertahankan ciri khas tradisionalnya,” ujarnya kepada Radar Tarakan usai rapat Expose, Kamis (4/6).
Menurutnya, konsep pasar urban yang tengah disusun tidak hanya berorientasi pada kegiatan jual beli, tetapi juga dirancang agar menjadi ruang yang nyaman bagi masyarakat untuk berinteraksi dan menikmati suasana kawasan.
Dalam rapat tersebut, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah keberadaan aset desa yang berada di bagian belakang kawasan pasar. Pemkab menilai perlu adanya koordinasi lebih lanjut agar penataan kawasan dapat dilakukan secara terintegrasi dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat yang selama ini memanfaatkan area pasar basah.
Agustinus meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan segera berkomunikasi dengan pemerintah desa guna menyusun konsep yang menghubungkan kawasan pasar yang akan dibangun dengan pasar basah yang sudah ada.
Ia menilai pasar basah memiliki potensi untuk menjadi bagian dari kawasan pasar urban apabila ditata dengan baik, terutama dari aspek kebersihan, tata ruang, dan kenyamanan pengunjung.
“Pasar basah di belakang itu perlu dikaji apakah bisa menjadi satu kesatuan dengan konsep pasar urban yang akan dibangun. Yang penting tetap memperhatikan aspek kebersihan, penataan, dan kenyamanan sehingga masyarakat maupun pembeli merasa lebih nyaman,” katanya.
Selain menjadi pusat perdagangan, kawasan Pasar Pelangi yang baru juga diharapkan dapat berkembang sebagai ruang publik yang menarik. Salah satu potensi yang ingin dimaksimalkan adalah keberadaan sungai di bagian belakang kawasan yang dinilai memiliki panorama cukup baik.
“Kita ingin orang datang ke sana bukan hanya untuk berbelanja, tetapi juga bisa menikmati suasana dan melakukan aktivitas rekreasi ringan. Karena lokasi di dekat sungai itu memiliki pemandangan yang cukup bagus,” ungkapnya.
Pemkab Malinau juga meminta konsultan perencana untuk menyempurnakan konsep yang telah dipaparkan dengan mengakomodasi berbagai masukan dari perangkat daerah terkait. Hal ini dilakukan agar desain yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi lapangan.
Agustinus menegaskan seluruh tahapan perencanaan harus segera diselesaikan agar proses pematangan lahan dan pekerjaan fisik dapat dilaksanakan sesuai target.
“Perencanaan ini harus segera clear. Saya minta perangkat daerah terkait bergerak cepat karena masih ada beberapa tahapan pekerjaan yang membutuhkan waktu, seperti pematangan lahan dan persiapan fisik lainnya,” tegasnya.
Melalui penataan kembali Pasar Pelangi, Pemkab Malinau berharap kawasan yang sempat lumpuh akibat kebakaran tersebut dapat bangkit menjadi pusat ekonomi baru yang lebih tertata, bersih, nyaman, sekaligus mampu mendukung pertumbuhan usaha mikro dan perdagangan lokal di Malinau Kota. (dip/lim)
Editor : Azward Halim