Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Jalan Rusak dan Jembatan Putus di Krayan Selatan, Mobilisasi Orang serta Distribusi Barang Terhambat

Asrullah RT • Minggu, 7 Juni 2026 | 20:25 WIB
KRISIS: Minimnya kendaraan yang masuk ke Krayan Selatan membuat stok kebutuhan masyarakat semakin menipis. 
KRISIS: Minimnya kendaraan yang masuk ke Krayan Selatan membuat stok kebutuhan masyarakat semakin menipis. 

NUNUKAN - Kerusakan jalan yang semakin parah serta putusnya sejumlah jembatan di wilayah Krayan Selatan, berdampak serius terhadap mobilisasi orang dan distribusi barang serta kebutuhan masyarakat. Akibat akses transportasi yang terganggu, stok bahan bakar minyak (BBM) dan sejumlah kebutuhan pokok dilaporkan mulai langka.

Situasi ini diungkapkan Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli kepada Radar Tarakan, Minggu (7/6). Menurutnya, kondisi infrastruktur yang rusak membuat kendaraan pengangkut barang kesulitan. Bahkan, tidak berani melintasi jalur menuju Krayan Selatan.

"Saat ini stok barang kebutuhan mulai langka, terutama BBM dan barang pokok lainnya. Penyebabnya karena mobil pengangkut tidak bisa masuk ke Krayan Selatan akibat jalan rusak parah dan beberapa jembatan yang putus," ujarnya.

Menurutnya, dalam beberapa minggu terakhir banyak sopir memilih menghentikan perjalanan ke Krayan Selatan karena khawatir kendaraan mereka amblas, tersangkut di jalan berlumpur, atau mengalami kerusakan berat.

"Mobil tidak berani masuk karena takut amblas atau nyangkut. Risiko kerusakan kendaraan juga sangat tinggi," ucap Oktavianus Ramli.

Dijelaskan, terhambatnya distribusi barang berdampak langsung pada melonjaknya ongkos angkut orang dan barang. Sebelumnya, tarif ojek motor sekitar Rp 250 ribu kini naik menjadi Rp 500 ribu per perjalanan. 

Sementara biaya angkut barang yang sebelumnya sekitar Rp 2.500 per kilogram kini meningkat menjadi Rp 5.000 hingga Rp 7.000 per kilogram.

"Kenaikan juga terjadi pada tarif angkutan penumpang. Jika sebelumnya ongkos perjalanan menggunakan mobil sekitar Rp 250 ribu per orang, kini masyarakat harus membayar antara Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per orang," sebutnya. 

Kondisi tersebut semakin membebani warga yang selama ini bergantung pada pasokan barang dari luar wilayah. Selain harus menghadapi kelangkaan barang, masyarakat juga harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pihaknya berharap penanganan kerusakan jalan dan pembangunan kembali jembatan yang putus dapat segera dilakukan agar akses transportasi kembali normal. "Perbaikan infrastruktur menjadi langkah mendesak untuk mengatasi kelangkaan barang, menekan biaya distribusi, serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#jembatan putus #nunukan #krayan #jalan rusak