Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Maylenty Wempi Suarakan Semangat Membaca dari Wilayah Perbatasan ke Forum Nasional

Radar Tarakan • Kamis, 21 Mei 2026 | 16:48 WIB
DIPA/RADAR TARAKAN

SUARAKAN: Bunda Literasi Malinau, Maylenty Wempi saat menyampaikan pesan literasi dari perbatasan di forum nasional.
DIPA/RADAR TARAKAN SUARAKAN: Bunda Literasi Malinau, Maylenty Wempi saat menyampaikan pesan literasi dari perbatasan di forum nasional.

JAKARTA – Semangat membangun budaya membaca dari wilayah perbatasan disuarakan Bunda Literasi Kabupaten Malinau, Ny. Maylenty Wempi, dalam gelar wicara nasional bertajuk “Cerita dari Perbatasan Indonesia di Malinau: Praktik Baik Partisipasi Semesta dalam Pembangunan Literasi” yang digelar Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, pada Kamis (21/5) di Jakarta.

Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai praktik baik penguatan literasi di wilayah perbatasan, sekaligus memperlihatkan bagaimana kolaborasi berbagai pihak mampu membangun budaya membaca di tengah tantangan geografis dan keterbatasan akses.

Dalam forum nasional itu, Maylenty Wempi menegaskan bahwa literasi bukan hanya persoalan membaca dan menulis, melainkan harapan bagi masa depan generasi muda di wilayah perbatasan.

Baca Juga: Pemkab Malinau Hadiri Verifikasi Hutan Adat Dayak Abay, Nyatakan Siap Mengawal Penetapan

“Literasi adalah harapan tentang anak-anak di perbatasan yang berani bermimpi lebih tinggi, tentang keluarga yang mulai mencintai buku, dan tentang masyarakat yang percaya bahwa pendidikan bisa mengubah masa depan,” ujarnya penuh semangat, Kamis (21/5).

Ia mengatakan semangat literasi di Kabupaten Malinau terus didorong agar menjadi gerakan bersama yang hidup di tengah masyarakat dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Ikatan Keluarga Baca Malinau (IKBM) Belvi, pegiat literasi TBM Lasan Baca Zsa Zsa Suhartiningtyas, serta Kepala Desa Kuala Lapang Yeyen Meiasim yang selama ini aktif mendukung pengembangan literasi di daerah.

Baca Juga: Pemkab Malinau Apresiasi TMMD ke 128 yang Buka Akses dan Air Bersih di Malinau Utara

Diskusi juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun literasi yang berkelanjutan. Pemerintah, sekolah, keluarga, komunitas, desa, mitra pembangunan, hingga pegiat literasi dinilai memiliki peran penting dalam menumbuhkan budaya membaca di masyarakat.

Kabupaten Malinau dinilai berhasil menunjukkan bahwa keterbatasan wilayah perbatasan bukan menjadi hambatan, melainkan mampu melahirkan inovasi layanan literasi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, menyebut kontribusi Kabupaten Malinau cukup signifikan dalam penguatan literasi di Kalimantan Utara.

“Kontribusi Malinau turut mendorong capaian indeks kegemaran membaca di Kalimantan Utara yang mencapai 58,89, melampaui rata-rata nasional sebesar 54,8, dan mencerminkan budaya baca yang semakin kuat,” katanya.

Baca Juga: Sekda Ernes Kenang Keteladanan dan Pengorbanan Pastor Natalino Layani Umat di Malinau

Menurutnya, dukungan program pemerintah seperti distribusi buku, pembinaan komunitas literasi, serta pemanfaatan platform digital turut memperluas akses pembelajaran masyarakat di daerah.

Pendekatan literasi yang diterapkan di Malinau juga dinilai memiliki potensi untuk direplikasi di daerah lain dengan penyesuaian terhadap kondisi sosial, budaya, dan geografis masing-masing wilayah.

Kegiatan gelar wicara tersebut merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang dilaksanakan bersama Pemerintah Kabupaten Malinau. (*dip)

Editor : Rahul
#Maylenty Wempi #perbatasan #semangat #malinau #literasi