MONEV: Wakil Bupati Malinau, Jakaria saat hadiri monev TMMD bersama jajaran Pangdam VI/Mulawarman di Kabupaten Malinau.
MALINAU – Pemerintah Kabupaten Malinau memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun 2026 yang dinilai mampu membantu percepatan pembangunan di wilayah perbatasan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Malinau, Jakaria saat menghadiri kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) TMMD yang ditinjau langsung jajaran Pangdam VI/Mulawarman di Kabupaten Malinau, Selasa (19/5).
Menurut Jakaria, program TMMD selama ini menjadi bentuk nyata sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau pembangunan.
Baca Juga: Pemkab Malinau Perkuat Gerakan Anti Narkoba dan Moderasi Beragama untuk Generasi Muda
“Kegiatan TMMD ini rutin dilakukan oleh TNI di Kabupaten Malinau karena kita merupakan wilayah perbatasan. Pemerintah daerah sangat mengapresiasi program ini karena sangat membantu mengatasi kekurangan dalam program pembangunan di Kabupaten Malinau akibat keterbatasan anggaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi fiskal daerah saat ini masih sangat bergantung pada dana transfer dan bantuan dari pemerintah pusat. Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Malinau masih terbatas karena sebagian besar kewenangan pengelolaan sumber daya alam berada di pemerintah pusat maupun provinsi.
Padahal, Kabupaten Malinau memiliki potensi sumber daya alam yang besar, mulai dari sektor pertambangan batu bara, kawasan hutan yang luas, hingga aktivitas pertanian masyarakat yang cukup tinggi.
Baca Juga: Buka Orientasi PPPK 2026, Pemkab Malinau Tekankan ASN BerAKHLAK dan Melayani
Namun demikian, berbagai potensi tersebut belum sepenuhnya dapat memberikan kontribusi optimal terhadap PAD daerah karena keterbatasan kewenangan pengelolaan.
“Malinau ini kaya sumber daya alam, tetapi banyak kewenangan pengelolaannya ada di pusat dan provinsi. Karena itu, program TMMD sangat membantu pemerintah daerah, terutama dalam membuka akses dan membantu pembangunan di wilayah yang sulit dijangkau,” katanya.
Jakaria menambahkan, saat ini sektor ekonomi masyarakat Malinau juga terus didorong melalui penguatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu penopang ekonomi daerah.
Baca Juga: Sekda Ernes Buka Entry Meeting Verifikasi Lapangan Hutan Adat di Malinau.
Menurutnya, keberadaan TMMD tidak hanya membantu pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
Pemkab Malinau berharap sinergi antara TNI dan pemerintah daerah melalui program TMMD dapat terus berlanjut demi mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di kawasan perbatasan dan pedalaman Kabupaten Malinau. (*dip)
Editor : Rahul