Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Biaya Sambungan Baru Air PDAM Direncanakan Turun dari Rp 3,1 Juta Menjadi Rp 1,7 Juta

Dip Ratar • Sabtu, 16 Mei 2026 | 04:47 WIB
Direktur Perumda Apa’ Mening Malinau, Indra Gunawan. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
Direktur Perumda Apa’ Mening Malinau, Indra Gunawan. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Apa’ Mening Malinau berencana menurunkan biaya sambungan baru pelanggan air bersih dari sebelumnya Rp 3,1 juta menjadi Rp 1,7 juta. Kebijakan tersebut disiapkan sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan air bersih sekaligus meningkatkan jumlah pelanggan baru.

 

Direktur Perumda Apa’ Mening Malinau, Indra Gunawan mengatakan, penurunan biaya sambungan baru menjadi salah satu strategi untuk mempermudah masyarakat memperoleh layanan air bersih.

 

“Dari sebelumnya Rp 3.100.000 akan kita turunkan menjadi Rp 1.700.000. Memang ada potensi kehilangan pendapatan sekitar Rp 750 juta dalam setahun, tetapi kami melihat ini penting untuk mendorong pertumbuhan pelanggan,” ujarnya kepada Radar Tarakan usai konsultasi publik penyesuaian tarif air.

 

Menurutnya, biaya sambungan yang terlalu tinggi selama ini menjadi kendala bagi masyarakat untuk menjadi pelanggan PDAM. Tidak sedikit warga yang menunda pemasangan karena terkendala biaya awal yang cukup besar. “Kadang masyarakat sudah kumpulkan uang Rp 2 juta sampai Rp 3 juta, tapi akhirnya terpakai lagi sehingga tidak jadi pasang sambungan. Dengan diturunkan biayanya, harapannya pertumbuhan pelanggan bisa semakin baik,” katanya.

 

Indra menjelaskan, kebijakan tersebut juga sejalan dengan rencana peningkatan kualitas pelayanan dan perluasan jaringan distribusi air ke wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau.

 

Ia menyebutkan, masih banyak permintaan masyarakat di kawasan gang maupun permukiman yang jauh dari jalur distribusi utama. Namun keterbatasan anggaran membuat pengembangan jaringan belum bisa dilakukan secara maksimal.

 

“Kalau nanti kemampuan keuangan perusahaan lebih baik, kami bisa mulai membangun jaringan ke wilayah yang belum tertembus. Jadi masyarakat tidak perlu lagi menanggung biaya pemasangan jaringan sendiri yang cukup mahal,” jelasnya.

 

Selain pengembangan jaringan, Perumda Apa’ Mening juga tengah meningkatkan kualitas layanan air bersih melalui pembangunan laboratorium mandiri untuk pengujian kualitas air setiap hari, serta pengujian eksternal di laboratorium daerah. “Kualitas air menjadi perhatian utama kami. Selain pengembangan jaringan, mutu pelayanan juga harus meningkat,” tambahnya.

 

Rencana penurunan biaya sambungan baru tersebut menjadi bagian dari pembahasan penyesuaian tarif air yang saat ini masih dikaji bersama tim tarif bentukan Pemerintah Kabupaten Malinau.

 

Setelah melalui pembahasan lanjutan, rancangan kebijakan akan dimasukkan ke dalam rancangan Peraturan Bupati sebelum nantinya ditetapkan oleh Bupati Malinau. Jika disetujui, Perumda akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebelum kebijakan diberlakukan. (dip/lim)

Editor : Azward Halim
#malinau