Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Turan Mas Dipilih Jadi Lokasi Jembatan Baru, Pemkab Ungkap Tiga Pertimbangan Utama

Dip Ratar • Sabtu, 16 Mei 2026 | 04:45 WIB
ILUSTRASI: Jembatan Malinau Kota satu-satunya akses ke Malinau Utara selama puluhan tahun. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
ILUSTRASI: Jembatan Malinau Kota satu-satunya akses ke Malinau Utara selama puluhan tahun. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU - Pemerintah Kabupaten Malinau terus mematangkan rencana pembangunan Jembatan Turan Mas yang diproyeksikan menjadi akses baru penghubung Kecamatan Malinau Utara dan Kecamatan Malinau Barat. Dalam perencanaannya, pemerintah mengungkap tiga pertimbangan utama yang membuat kawasan Turan Mas dipilih sebagai lokasi pembangunan jembatan baru tersebut.

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus mengatakan, saat ini pemerintah daerah masih fokus menyiapkan dokumen perencanaan, termasuk kajian kawasan dan administrasi perizinan sebelum proyek memasuki tahap teknis.

 

“Kalau jembatan kita lagi persiapan, memang kita mempersiapkan dokumen. Nanti tim teknis sudah mempersiapkan dan secara teknis akan dikoordinasikan ke PU. Kita ada rencana membangun jembatan di Turan Mas sesuai arahan Pak Bupati untuk membuka akses baru,” ujarnya saat dikonfirmasi Radar Tarakan, Rabu (13/5).

 

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi beban lalu lintas di Jembatan Malinau Kota yang selama ini menjadi satu-satunya jalur utama penghubung wilayah utara.

 

Ini menjadi angin segar bagi masyarakat Malinau, terutama setelah Jembatan Malinau Kota beberapa waktu lalu mengalami insiden rangka jembatan tertabrak bulldozer. Akibat kejadian tersebut,kini  diberlakukan pembatasan kendaraan dengan tonase maksimal 8 ton untuk melintasi jembatan.

 

Menurutnya, keberadaan jembatan baru nantinya diharapkan mampu membagi arus kendaraan menuju kawasan Mentarang dan wilayah utara lainnya sekaligus memperpendek jarak tempuh masyarakat.

 

“Karena beban untuk jembatan Malinau Kota itu sudah terlalu tinggi untuk menangani semua wilayah utara dan Mentarang. Harapan kita nanti kalau ada jembatan di tengah antara kota dan Desa Sungai Terang, itu bisa membagi beban dan memendekkan jarak,” katanya.

 

Sekda kemudian memaparkan tiga alasan utama dipilihnya kawasan Turan Mas sebagai titik pembangunan jembatan. Pertama, bentang sungai di lokasi tersebut dinilai lebih pendek sehingga lebih memungkinkan dari sisi konstruksi.

 

Kedua, akses jalan menuju lokasi sudah tersedia, terutama melalui jalur yang selama ini digunakan perusahaan di kawasan tersebut. “Yang kedua akses jalan sudah ada, terutama di PT Sita,” jelasnya.

 

Sementara pertimbangan ketiga yakni kondisi fondasi tanah di kawasan Turan Mas yang dinilai lebih aman karena didominasi struktur batuan. “Yang ketiga fondasinya di Turan Mas itu batu, jadi agak tidak mengkhawatirkan dalam pembangunan jembatan,” tambahnya.

 

Secara geografis, kawasan Turan Mas berada di wilayah yang didominasi lahan pertanian warga. Pemerintah menilai pembangunan jembatan baru akan membuka konektivitas yang lebih baik bagi masyarakat sekaligus mendukung pemerataan ekonomi antarwilayah, serta mobilitas para petani nantinya.

 

Selain menghubungkan Turan Mas dengan Desa Tanjung Lapang di Kecamatan Malinau Barat, jembatan tersebut juga diproyeksikan membuka akses menuju poros jalan nasional hingga kawasan Kabiran dan Mentarang Baru atau Pulau Tegok. Rencananya, pembangunan Jembatan Turan Mas akan masuk dalam daftar program strategis daerah Kabupaten Malinau tahun 2027. (*/dip/lim)

Editor : Azward Halim
#malinau