Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Harga Minyak Kita di Malinau Naik Tajam Rp 25 Ribu per Liter, Stok Menipis

Dip Ratar • Sabtu, 25 April 2026 | 06:29 WIB
NAIK: Minyak Kita di salah satu toko di Pasar Induk Malinau yang mengalami kenaikan tajam.
NAIK: Minyak Kita di salah satu toko di Pasar Induk Malinau yang mengalami kenaikan tajam.

MALINAU – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Malinau mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir, terutama komoditas minyak goreng. Kenaikan ini tidak hanya berdampak pada harga di tingkat pedagang, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat akibat terbatasnya pasokan di pasaran.

Salah satu pedagang, Ibu Eni, menyebut lonjakan paling terasa terjadi pada produk Minyak Kita, yang kini tidak hanya mahal tetapi juga sulit didapat.

“Minyak kita sekarang 1 dus isi 1 liter sekitar Rp 265 sampai Rp 270 ribu, sebelumnya Rp 215 ribu. Yang 5 liter mungkin sekitar Rp 500 ribuan, eceran Rp 135 ribu, sebelumnya cuma Rp 98 ribu,” jelasnya kepada Radar Tarakan, Jumat (24/4).

Ia juga menambahkan bahwa stok minyak tersebut di sejumlah toko mulai menipis. “Di toko-toko juga kurang stoknya. Kemarin saya ambil harga 1 liter Rp 235 ribu perdus, saya jual kan Rp 25 ribu per liter, sekarang mungkin sudah Rp 30 ribuan per liter,” katanya.

Kenaikan harga, menurutnya, terjadi hampir pada semua jenis minyak goreng, namun merk Minyak Kita menjadi yang paling tinggi lonjakannya. Sementara itu, untuk merek lain seperti Bimoli, kenaikan dinilai masih relatif wajar.

“Semua minyak naik, cuma yang paling naik minyak kita. Kalau Bimoli memang dari dulu agak mahal, jadi tidak terlalu kaget. Sekarang 1 liter Rp28 ribu, sebelumnya Rp 25 ribu,” ungakpnya.

Di sisi lain, jika mengacu pada data terbaru dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Malinau per 13 April 2026, harga eceran tertinggi (HET) untuk merk Minyak Kita kemasan 1 liter tercatat sebesar Rp 15.700. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan harga jual sudah jauh melampaui angka tersebut.

Seorang warga Malinau, Rahmawati, mengaku merasakan langsung dampak kenaikan harga tersebut saat berbelanja kebutuhan sehari-hari di pasar.

“Sekarang terasa sekali naiknya. Biasanya saya beli minyak goreng masih di bawah Rp 20 ribu per liter, sekarang sudah hampir Rp 30 ribu. Ini semua naik kemarin LPG juga naik,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat segera menstabilkan harga, terutama untuk kebutuhan pokok seperti minyak goreng yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Kalau bisa harganya kembali seperti kemarin atau setidaknya tidak naik terus. Karena ini kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.

Sebelumnya, pihak Disperindagkop Malinau juga telah melakukan pemantauan langsung ke Pasar Induk sebagai upaya pengawasan harga dan ketersediaan bahan pokok.

Kondisi ini membuat masyarakat harus merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara pemerintah daerah diharapkan dapat segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan pasokan di pasaran. (*/dip/lim)

Editor : Azward Halim
#malinau