Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Maylenty Wempi: Gerakan Perempuan adalah Penggerak Ekonomi Keluarga untuk Pembangunan Daerah

Radar Tarakan • Selasa, 21 April 2026 | 19:45 WIB
Ketua TP PKK Kabupaten Malinau, Ny. Maylenty Wempi.
FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
Ketua TP PKK Kabupaten Malinau, Ny. Maylenty Wempi. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU – Ketua TP PKK Kabupaten Malinau, Ny. Maylenty Wempi, menegaskan bahwa gerakan perempuan memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi keluarga yang berdampak langsung pada pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikannya pada puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kabupaten Malinau, HUT Dekranasda ke-46, serta peringatan Hari Kartini 2026 yang digelar di Ruang Tebengang, Selasa (21/4).

Dalam wawancaranya bersama Radar Tarakan, Maylenty menerangkan bahwa peran perempuan, khususnya ibu rumah tangga, sangat dominan dalam kehidupan keluarga. Oleh karena itu, gerakan PKK berlandaskan pada kekuatan perempuan sebagai ujung tombak perubahan.

“Kalau kita lihat, yang paling banyak bergerak di dalam rumah tangga itu adalah ibu-ibu. Karena itu, gerakan PKK didasari oleh perempuan sebagai penggerak keluarga, termasuk dalam aspek ekonomi,” ujarnya, Selasa (21/4).

Ia menjelaskan, perempuan di Kabupaten Malinau saat ini telah menunjukkan kiprah nyata dalam berbagai bidang, termasuk sektor usaha dan kerajinan. Sejumlah produk lokal seperti tas rotan khas Malinau, batik daerah, hingga aksesoris seperti kalung dan gelang, telah dipasarkan baik di dalam maupun luar daerah.

Tak hanya itu, perempuan juga turut berkontribusi dalam sektor pemerintahan dan swasta, tanpa meninggalkan peran utama dalam membina keluarga.

Maylenty menambahkan, gerakan PKK mencakup pembinaan keluarga secara menyeluruh, mulai dari masa kehamilan, tumbuh kembang anak, pendidikan, hingga pembinaan remaja dan persiapan pernikahan yang sehat.

“Kita melihat kondisi keluarga secara utuh, mulai dari anak-anak, pendidikan, pergaulan remaja, sampai kesiapan berkeluarga. Semua itu menjadi bagian dari gerakan PKK,” jelasnya.

Dalam mendukung kemandirian ekonomi keluarga, PKK juga menjalankan berbagai program pelatihan, termasuk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) yang bertujuan mendorong perempuan menjadi lebih produktif.

Selain itu, perhatian juga diberikan kepada kelompok lanjut usia (lansia), terutama dalam menjaga kesehatan melalui kegiatan posyandu dan pemeriksaan rutin.

Menurutnya, momentum Hari Kartini menjadi pengingat penting bahwa perubahan dalam masyarakat berawal dari keluarga, dan perempuan memiliki peran strategis sebagai teladan.

“Perubahan itu dimulai dari perempuan. Ketika perempuan menjadi teladan dalam keluarga, maka anak-anak dan lingkungan juga akan mengikuti ke arah yang lebih baik,” tegasnya.

Ia berharap, melalui penguatan peran perempuan dan keluarga, kesejahteraan masyarakat Malinau dapat terus meningkat seiring dengan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (*dip)

Editor : Rahul
#Maylenty Wempi #kaltar #malinau #pembangunan daerah