Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pendaftaran Beasiswa Desa Sarjana Unggul 2026 Dibuka, Akses Meluas tapi Seleksi Ketat Jadi Penentu

Dip Ratar • Kamis, 16 April 2026 | 09:37 WIB
BEASISWA: Siswa-siswi se-Kabupaten Malinau usai mengikuti sosialisasi program beasiswa desa sarjana unggul oleh Bupati Malinau. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
BEASISWA: Siswa-siswi se-Kabupaten Malinau usai mengikuti sosialisasi program beasiswa desa sarjana unggul oleh Bupati Malinau. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU - Pemerintah Kabupaten Malinau resmi membuka pendaftaran program desa sarjana unggul (PDSU) tahun 2026. Program ini kembali digadang-gadang sebagai peluang bagi putra-putri daerah untuk mengenyam pendidikan tinggi, sekaligus menyiapkan tenaga terampil bagi kebutuhan desa.

Berdasarkan surat edaran Sekretariat Daerah, pendaftaran dibuka mulai 20 April hingga 26 Mei 2026. Calon peserta dapat mendaftar melalui Sekretariat Program Desa Sarjana di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Malinau maupun secara daring.

Kepala Dinas Pendidikan Malinau, Fiteriady, sebelumnya menyebut tahapan program telah disiapkan melalui koordinasi lintas instansi, termasuk dengan DPMD. “Saya pastikan teman-teman di Dinas PMD sudah mulai menyusun timeline untuk pelaksanaan tahun ini,” ujarnya usai sosialisasi beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, pembukaan pendaftaran ini merupakan bagian dari tahapan yang telah dirancang, mulai dari penerbitan regulasi oleh bupati hingga surat Sekretaris Daerah sebagai dasar pelaksanaan.

“Nanti akan ada informasi terkait kapan pendaftaran dimulai, kapan seleksi dilakukan, sampai kapan pengumuman hasilnya,” jelasnya.

Dengan masa pendaftaran sekitar satu bulan, peserta akan melalui sejumlah tahapan seleksi, mulai dari administrasi, tes tertulis, hingga wawancara sebelum penetapan akhir.

Program ini membuka berbagai jalur, seperti yatim piatu, prestasi, kerja sama, kebutuhan pemerintah daerah, tidak mampu, profesi, keagamaan, hingga sekolah penerbangan (pilot). Banyaknya jalur yang tersedia menunjukkan upaya pemerintah memperluas akses, namun di sisi lain menuntut sistem seleksi yang transparan dan akuntabel agar tepat sasaran.

Di tengah antusiasme pembukaan program, tantangan klasik seperti pemerataan penerima, kesesuaian jurusan dengan kebutuhan daerah, hingga pengawasan pasca-kelulusan masih menjadi perhatian. Tanpa pengelolaan yang ketat, program berisiko tidak sepenuhnya menjawab kebutuhan riil pembangunan desa.

Fiteriady menekankan pentingnya penyampaian informasi lebih awal agar calon peserta dapat mempersiapkan dokumen dengan baik. “Makanya kita sampaikan lebih awal dalam bentuk surat dari Bupati, supaya anak-anak ini sudah bisa menyiapkan dokumen yang diperlukan,” pungkasnya.

Melalui program ini, pemerintah berharap semakin banyak generasi muda Malinau dapat mengakses pendidikan tinggi. Namun, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah penerima, melainkan sejauh mana lulusan mampu kembali dan berkontribusi nyata bagi pembangunan desa. (*/dip/lim)

 

 

 

Editor : Azward Halim
#malinau