Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Harga Cabai di Malinau Terus Turun, tapi Masih Rp 100 Ribu per Kg

Dip Ratar • Selasa, 14 April 2026 | 12:57 WIB
TURUN: Suasana Pasar Induk Malinau Kota sebagai pusat perdagangan komoditas di Kabupaten Malinau. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
TURUN: Suasana Pasar Induk Malinau Kota sebagai pusat perdagangan komoditas di Kabupaten Malinau. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU - Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Malinau terus menunjukkan tren penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Setelah sempat melonjak hingga Rp 150 ribu per kilogram saat Idulfitri, kini harga komoditas tersebut turun menjadi Rp 100 ribu per kilogram.

 

Penurunan harga terjadi secara bertahap. Dari Rp 150 ribu, harga cabai rawit merah sempat turun ke Rp 127 ribu, kemudian Rp 125 ribu, Rp 122.500, hingga akhirnya menyentuh Rp 100 ribu per kilogram. Bahkan, penurunan dari Rp 122.500 ke Rp 100 ribu terjadi hanya dalam satu hari.

 

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malinau, turunnya harga cabai dipengaruhi oleh mulai membaiknya pasokan di pasaran serta menurunnya permintaan masyarakat pasca perayaan Idulfitri.

 

Salah satu pedagang di Pasar Induk Malinau, Haji Sari, mengatakan kondisi harga cabai saat ini mulai stabil seiring stok yang kembali tersedia. “Stok cabai sekarang sudah mulai banyak. Apalagi ini sudah lewat lebaran, jadi permintaan juga berkurang. Kemungkinan harga masih bisa turun lagi,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Senin (13/4).

 

Penurunan harga ini pun disambut positif oleh masyarakat yang berbelanja di Pasar Induk Malianu, Rina (34), salah satu pembeli, mengaku merasa terbantu dengan kondisi harga cabai yang lebih terjangkau dibandingkan sebelumnya. “Waktu masih Rp 150 ribu, kami beli sedikit-sedikit karena mahal. Sekarang sudah Rp 100 ribu, jadi bisa beli agak banyak sekalian untuk stok di rumah,” katanya.

 

Meski mengalami penurunan cukup signifikan, harga cabai rawit merah masih tergolong tinggi dibandingkan dengan komoditas sayuran lainnya. Namun, kondisi ini mulai meringankan beban masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner.

 

Pemerintah daerah melalui disperindagkop terus melakukan pemantauan harga bahan pokok secara rutin guna menjaga kestabilan pasokan dan harga di wilayah Malinau. Dengan tren penurunan yang terjadi saat ini, pemerintah daerah mengharapkan harga cabai rawit merah dapat terus stabil dan semakin terjangkau dalam waktu ke depan. (*/dip/lim)

Editor : Azward Halim
#malinau