MALINAU – Banjir yang berulang setiap kali curah hujan tinggi kini menjadi fenomena yang terus terjadi dari tahun ke tahun di Kabupaten Malinau. Bahkan, memasuki awal tahun 2026 saja, banjir tercatat telah terjadi sebanyak dua kali. Kondisi ini mendorong Bupati Malinau Wempi W. Mawa untuk menekankan pentingnya peran camat dalam mengantisipasi dampak bencana, khususnya di wilayah pedalaman dan perbatasan.
Menurutnya, intensitas hujan yang terjadi hampir setiap hari membuat potensi banjir terus berulang, bahkan dalam waktu singkat. Kondisi tersebut menyebabkan pemerintah kesulitan dalam memetakan wilayah terdampak secara pasti.
“Sekarang ini agak sulit diprediksi, karena hampir setiap hari air naik. Seminggu hujan, banjir lagi, dan banjirnya juga tidak selalu merata,” ujarnya, Selasa (31/3).
Wempi menegaskan, para camat perlu lebih memperhatikan wilayah-wilayah yang memiliki potensi lahan masyarakat, khususnya di daerah pedalaman dan perbatasan yang aksesnya masih terbatas.
Ia menyebutkan, curah hujan yang tinggi berdampak langsung terhadap tiga jalur utama masyarakat, yakni jalan, sungai, serta akses distribusi lainnya. Oleh karena itu, ketiga jalur tersebut harus dipastikan tetap berfungsi dengan baik agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.
“Kalau di wilayah kota mungkin masih bisa kita pantau secara maksimal, tapi bagaimana dengan daerah pedalaman dan perbatasan. Ini yang harus menjadi perhatian serius,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti keterbatasan anggaran, terutama dalam operasional alat berat untuk penanganan infrastruktur, sementara kebutuhan perbaikan terus meningkat akibat cuaca ekstrem.
Meski demikian, Wempi mengapresiasi para camat yang telah aktif memperhatikan akses-akses penting seperti jalan pertanian, jalan perkebunan, serta jalan penghubung antar desa.
Ia juga menyinggung kondisi infrastruktur di wilayah Mentarang yang dilaporkan mengalami kerusakan akses jalan. Ia meminta agar penanganan segera dilakukan karena jalur tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas masyarakat.
“Saya minta segera ditangani, karena itu jalur utama masyarakat, terutama untuk pertanian. Dengan alat yang ada, kita harapkan bisa cepat tertangani,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Malinau berharap perbaikan infrastruktur dapat segera dilakukan secara maksimal, sehingga masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan lancar, khususnya di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim