Bupati Malinau, Wempi W Mawa, turun langsung meninjau lokasi sekaligus memimpin aksi pembersihan bersama berbagai unsur pemerintah dan masyarakat.
“Ya, saat ini saya berada di tepian Sungai Sesayap, tepatnya di jembatan poros nasional yang menghubungkan Kota Malinau dan Malinau Utara. Limbah dan sampah ini merupakan dampak dari banjir beberapa waktu lalu, dan sangat berbahaya jika tidak segera ditangani,” ujarnya, Senin (30/3).
Ia menjelaskan, material yang menumpuk didominasi kayu-kayu besar, ranting, serta berbagai jenis sampah lain yang terbawa arus banjir. Jika dibiarkan, tumpukan tersebut berpotensi merusak konstruksi jembatan serta mengganggu keselamatan transportasi air.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Malinau bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), TNI, Polri, serta masyarakat, swasta, dan organisasi kemasyarakatan menggelar kerja bakti massal.
“Kami tidak hanya membersihkan di daratan, tetapi juga di sungai. Karena jalur ini sangat penting, baik untuk mobilitas masyarakat maupun distribusi barang, termasuk akses menuju Kabupaten Nunukan dan wilayah perbatasan,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai pihak turut berpartisipasi, termasuk personel dari Batalion 614 Raja Pandita, jajaran kepolisian, kejaksaan, hingga dinas terkait. Sejumlah alat berat dan armada juga dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi limbah yang sudah mengunci di struktur jembatan.
Menurut Wempi, proses pembersihan diperkirakan membutuhkan waktu cukup lama mengingat kondisi sampah yang sudah menumpuk dan saling mengikat. “Kita bisa lihat, limbahnya masih luar biasa banyak dan sudah sangat melekat. Kalau tidak segera diurai, ini sangat berbahaya bagi jembatan utama kita,” tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh limbah yang berhasil diangkat akan dibawa ke daratan untuk kemudian dikelola di tempat pembuangan akhir, agar tidak menimbulkan masalah baru.
Melalui kesempatan tersebut, Wempi juga mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. “Ini tanggung jawab kita bersama. Dimulai dari lingkungan rumah, halaman, hingga kawasan sekitar. Mari kita jaga kebersihan agar kejadian seperti ini tidak semakin parah di masa mendatang,” tutupnya. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim