0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Ada Peledakan di Sungai Mentarang, Warga Tiga Kecamatan di Malinau Diminta Hentikan Aktivitas Sementara

Dip Ratar • Rabu, 25 Maret 2026 | 07:18 WIB

 

SAMBUT PEMBANGKIT: Sungai Mentarang, Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau yang akan dilakukan peledakan untuk kepentingan pembangunan PLTA.
SAMBUT PEMBANGKIT: Sungai Mentarang, Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau yang akan dilakukan peledakan untuk kepentingan pembangunan PLTA.
MALINAU - Masyarakat di tiga kecamatan, yakni Mentarang, Mentarang Hulu, dan Sungai Tubu, serta dua desa, yaitu Desa Paking dan Desa Harapan Maju, diimbau untuk sementara tidak beraktivitas di jalur sungai.

Imbauan ini disampaikan menyusul rencana kegiatan peledakan yang akan dilakukan oleh PT Cipta Utama di area outlet bendungan Sungai Mentarang pada Rabu (25/3) pukul 12.00-13.00 Wita.

Pihak perusahaan bersama pemerintah setempat telah menetapkan sejumlah langkah pengamanan. Mulai pukul 11.50 Wita, seluruh akses menuju area sungai akan diblokade, baik melalui jalur proyek maupun jalur umum. Petugas juga disiagakan di titik-titik strategis untuk mengarahkan masyarakat ke lokasi aman.

Warga diminta menunggu di titik kumpul yang telah ditandai dengan bendera berwarna hijau, dengan jarak minimal 500 meter dari lokasi peledakan. Langkah ini dilakukan untuk menghindari potensi bahaya dari material hasil peledakan.

Camat Mentarang Hulu, Paris, menjelaskan bahwa proses peledakan berlangsung singkat, tidak sampai 15 menit. Namun, masyarakat tetap diminta menunggu hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.

“Sekali ledakan itu tidak lama, tidak sampai 15 menit. Setelah itu, jika sudah aman dan tidak ada lagi material yang jatuh ke sungai, barulah masyarakat boleh melintas kembali,” jelasnya kepada Radar Tarakan, Selasa (24/3).

Ia menambahkan, informasi terkait kegiatan peledakan telah disampaikan kepada seluruh desa di wilayahnya. Bahkan, kegiatan serupa telah berlangsung lebih dari satu tahun dan selalu diawali dengan pemberitahuan kepada masyarakat.

“Setiap ada rencana peledakan, kami selalu menyampaikan ke desa-desa. Biasanya dua hari sebelumnya sudah ada pemberitahuan dari pihak perusahaan,” tambahnya.

Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, baik di bagian hulu maupun hilir sungai, untuk mengantisipasi adanya warga yang melintas dari dua arah saat kegiatan berlangsung.

Meski kondisi sungai dinilai aman, langkah antisipasi tetap dilakukan demi keselamatan bersama. Pengecualian hanya diberikan untuk kondisi darurat, seperti warga yang membutuhkan penanganan medis.

Pihak kecamatan mengingatkan masyarakat agar mematuhi seluruh arahan petugas di lapangan selama kegiatan peledakan berlangsung. (*/dip/lim)

 

 

Editor : Azward Halim