Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Antisipasi Dampak Banjir, Dinkes Malinau Perkuat Koordinasi dengan Puskesmas untuk Penanganan Cepat

Dip Ratar • Jumat, 27 Februari 2026 | 16:45 WIB

DAMPAK: Kondisi banjir di Jl.Intimung pusat Malinau Kota yang semakin naik.
DAMPAK: Kondisi banjir di Jl.Intimung pusat Malinau Kota yang semakin naik.
MALINAU – Menghadapi banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah, Dinas Kesehatan Kabupaten Malinau mengambil langkah antisipatif dengan memperkuat koordinasi bersama puskesmas di daerah terdampak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Malinau, Jon Layri mengatakan bahwa pihaknya langsung menginstruksikan jajaran puskesmas untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyakit yang kerap muncul saat dan setelah banjir.

“Ketika sudah terjadi banjir, kami berkoordinasi dengan teman-teman puskesmas agar memberikan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat, baik terkait kondisi banjir maupun penyakit pasca banjir,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Kamis (26/2).

Menurutnya, langkah utama yang dilakukan adalah memperkuat promosi kesehatan kepada masyarakat. Puskesmas diminta aktif menyampaikan edukasi melalui penyebaran flyer, video pendek, hingga pemanfaatan WhatsApp dan media sosial.

Beberapa penyakit yang berpotensi muncul pasca banjir antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, penyakit kulit, dan leptospirosis. Karena itu, masyarakat diimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan air bersih, serta menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan rumah tangga.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga mengingatkan warga agar menggunakan masker saat membersihkan rumah pasca banjir untuk menghindari paparan debu dan kotoran sisa genangan. Kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan lansia juga diminta menjadi prioritas untuk ditempatkan di lokasi yang lebih aman.

Terkait pelayanan kesehatan, untuk wilayah perkotaan yang akses puskesmasnya relatif dekat, masyarakat dapat langsung mendatangi fasilitas kesehatan terdekat. Sementara untuk wilayah dengan akses terbatas, pendirian posko kesehatan akan dikoordinasikan bersama pihak kecamatan apabila situasi dinilai berpotensi membahayakan.

“Sejauh ini belum ada laporan kasus penyakit akibat banjir. Namun kami tetap mengimbau masyarakat untuk waspada dan menjaga kesehatan agar penyakit pasca banjir tidak muncul,” tutupnya. (*/dip/lim)

Editor : Azward Halim