Wakil Bupati Malinau, Jakaria, mengatakan kegiatan safari ini bukan sekadar agenda berbuka puasa bersama, melainkan menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana berdialog secara langsung dengan warga.
“Tujuan pemerintah melaksanakan safari ini adalah untuk mendekatkan pemerintah kepada masyarakat. Biasanya masyarakat menerima informasi program dari pemerintah, tetapi melalui safari ini kami ingin mendengar langsung bagaimana kondisi dan situasi di lapangan,” ujarnya saat ditemui Radar Tarakan, Rabu (25/2).
Tahun ini, safari Ramadan dilaksanakan di 14 titik yang tersebar di wilayah perkotaan dan pedalaman Kabupaten Malinau. Dalam setiap kunjungan, pemerintah melakukan silaturahmi dengan masyarakat Muslim, sekaligus memastikan semangat beribadah di bulan suci tetap terjaga.
Rangkaian kegiatan meliputi buka puasa bersama, salat Magrib berjemaah, salat Isya, hingga Tarawih bersama di masjid yang dikunjungi. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan emosional antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Menurut Jakaria, pendekatan ini merupakan bagian dari rutinitas tahunan pemerintah daerah. Selain Safari Ramadan, Pemkab Malinau juga menggelar Safari Natal setiap bulan Desember sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat Kristiani.
Dengan pola kunjungan langsung seperti ini, pemerintah berharap komunikasi dua arah dapat terbangun lebih kuat. Aspirasi masyarakat, terutama yang berada di wilayah pedalaman, diharapkan dapat terserap secara langsung tanpa sekat birokrasi.
“Ini bukan hanya kunjungan seremonial, tetapi bagian dari komitmen pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat,” tutupnya. (*/dip/lim)
Editor : Azward Halim