Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Penjualan Naik 50 Persen Saat Ramadan, Semangka Lokal Malinau Laris Manis

Dip Ratar • Selasa, 24 Februari 2026 | 16:53 WIB

PENJUALAN NAIK: Proses pemilahan kualitas semangka lokal malinau oleh pekerja Toko Buah Semangka Malinau.
PENJUALAN NAIK: Proses pemilahan kualitas semangka lokal malinau oleh pekerja Toko Buah Semangka Malinau.
MALINAU – Memasuki hari-hari awal Ramadan, penjualan semangka lokal di Malinau mengalami peningkatan signifikan. Hal itu disampaikan Mahuri (43), pedagang di Toko Buah Semangka Malinau, yang berlokasi di kawasan Malinau Kota.

Mahuri mengatakan, selama bulan puasa permintaan semangka meningkat sekitar 50 persen dibanding hari biasa. Menurutnya, buah semangka menjadi pilihan utama masyarakat karena kandungan airnya yang tinggi dan harganya terjangkau.

“Alhamdulillah ada peningkatan, kira-kira 50 persen dari hari biasanya. Karena momen puasa ini banyak orang jualan pakai buah semangka. Semangka kan buah air, dibutuhkan orang-orang yang puasa. Ini buah merakyat, paling murah juga,” ujarnya saat diwawancarai Radar Tarakan, Selasa (24/2).

PENJUALAN NAIK: Proses pemilahan kualitas semangka lokal malinau oleh pekerja Toko Buah Semangka Malinau.
PENJUALAN NAIK: Proses pemilahan kualitas semangka lokal malinau oleh pekerja Toko Buah Semangka Malinau.

Di tokonya, tersedia tiga jenis semangka lokal Malinau, yakni semangka kuning tanpa biji, merah tanpa biji, dan kuning berbiji. Selain itu, tersedia juga melon yang didatangkan dari Berau.

Untuk harga, semangka kuning berbiji dijual Rp 9.000 per kilogram, semangka merah tanpa biji Rp 10.000 per kilogram, dan semangka kuning tanpa biji Rp 11.000 per kilogram. Sementara untuk pembelian eceran, dibanderol mulai Rp 10.000.

Mahuri menyebutkan, ketersediaan stok saat ini mencapai sekitar enam ton, seiring dengan masa panen semangka lokal yang sedang melimpah. Dalam sehari, penjualan bahkan bisa mencapai dua ton, tergantung permintaan dari pengecer maupun pembeli langsung.

“Kadang sehari bisa sampai dua ton, karena saya juga membagi ke pengecer. Apalagi ini semangka lokal, masih segar untuk warga Malinau,” katanya.

Ia menambahkan, pasokan buah relatif aman karena memiliki jaringan petani sendiri. Jika stok lokal kosong, pasokan akan didatangkan dari luar daerah seperti Berau, Samarinda, atau Balikpapan. Namun saat ini, produksi semangka lokal Malinau sedang berlimpah.

Selain dibeli masyarakat untuk konsumsi pribadi, semangka juga banyak diborong pedagang takjil untuk dijadikan minuman berbuka puasa.

Dengan harga terjangkau dan pasokan yang melimpah, semangka lokal Malinau dipastikan tetap menjadi primadona masyarakat selama Ramadan tahun ini. (*/dip/lim)

Editor : Azward Halim