Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Potensi Perikanan Besar, Nelayan dan Pembudidaya Ikan Malinau Masih Belum Sejahtera

Dip Ratar • Rabu, 7 Januari 2026 | 17:42 WIB

DORONG KESEJAHTERAAN: Nelayan dan pembudidaya ikan di Malinau saat mendapatkan bantuan sarpras dari pemerintah.
DORONG KESEJAHTERAAN: Nelayan dan pembudidaya ikan di Malinau saat mendapatkan bantuan sarpras dari pemerintah.
MALINAU - Nelayan dan pembudidaya ikan di Kabupaten Malinau dinilai masih belum menikmati kesejahteraan yang layak, meski daerah ini memiliki potensi sumber daya perikanan yang sangat besar. Keterbatasan modal, sarana produksi, serta tingginya biaya operasional menjadi kendala utama yang dihadapi pelaku usaha perikanan.

 

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malinau, Dr. Afri, mengatakan kontribusi nelayan dan pembudidaya ikan terhadap pemenuhan pangan masyarakat sangat besar, khususnya dalam menyediakan sumber protein. Namun dari sisi ekonomi, pendapatan mereka masih relatif rendah.

 

“Kalau dilihat dari segi pangan, peran nelayan dan pembudidaya ini sangat dibutuhkan. Tapi dari segi ekonomi, kita akui mereka belum bisa mandiri atau belum sejahtera,” ujarnya, Selasa (6/1).

 

Menurut Afri, jika dihitung pendapatan nelayan dari hasil tangkap maupun pembudidaya dari hasil panen setahun, lalu dirata-ratakan per bulan, angkanya masih belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup yang layak. Padahal, potensi perikanan Malinau sangat besar, terutama dengan panjang sungai dan ketersediaan sumber daya air tawar.

 

Kondisi ini menjadi alasan pemerintah daerah terus memberikan dukungan melalui bantuan sarana tangkap, pakan ikan, serta benih. Bantuan dimaksud bertujuan meringankan beban biaya produksi sekaligus mendorong peningkatan hasil tangkap dan budi daya.

 

“Kalau tidak ada campur tangan pemerintah, memang cukup berat bagi mereka untuk meningkatkan produksi. Karena kemampuan permodalan nelayan dan pembudidaya kita masih sangat terbatas,” jelasnya.

 

Afri menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya melalui bantuan produksi, tetapi juga dukungan sosial dan perlindungan kerja. “Nelayan dan pembudidaya ini perlu dibantu dari berbagai sisi, baik ekonomi, sosial, maupun kesehatan. Misalnya dukungan jaminan kerja dan perlindungan lainnya, agar mereka bisa bertahan dan terus berproduksi,” katanya.

 

Ia berharap perhatian pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terhadap nelayan dan pembudidaya ikan di Malinau dapat terus berlanjut, sehingga potensi besar sektor perikanan daerah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*/dip/lim)

 

Editor : Azward Halim