Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dua Hektare Jagung Satgas Pesat Dipanen, Bupati Malinau Wempi: Ini Bukti Kerja Nyata

Dip Ratar • Rabu, 26 November 2025 | 10:48 WIB
PANEN: Bupati Malinau Wempi W.Mawa bersama Satgas Pesat melakukan panen jagung bersama FOTO:DIPA/RADAR TARAKAN
PANEN: Bupati Malinau Wempi W.Mawa bersama Satgas Pesat melakukan panen jagung bersama FOTO:DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU — Dua hektare lahan jagung milik Satgas Pertanian Sehat (Pesat) Kelompok 2 Kecamatan Malinau Barat mulai dipanen dalam kegiatan Panen Jagung bersama perdana yang digelar di Tajan, Tanjung Lapang.

Panen ini merupakan bagian dari total tujuh hektare yang telah ditanami dan akan berlanjut hingga akhir tahun.

Bupati Malinau Wempi W. Mawa yang hadir langsung dalam kegiatan panen tersebut mengapresiasi capaian Satgas Pesat yang dinilainya menunjukkan bukti nyata dari program pertanian daerah yang terus digalakkan.

“Hari ini bukan sekadar panennya yang kita lakukan, tapi kita mensyukuri bahwa apa yang kita lakukan telah menghasilkan apa yang kita harapkan,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan panen ini membuktikan bahwa program Pesat tidak hanya sekadar slogan, tetapi benar-benar mampu mengoptimalkan lahan-lahan tidur dan memberikan dampak pada peningkatan produksi pangan lokal.

Ia juga menekankan pentingnya sistem tumpang sari di tengah areal sawit sebagai solusi produktif bagi masyarakat.

“Artinya, lahan kecil jika dioptimalkan dengan baik, akan memberi hasil yang baik,” tambahnya.

Dalam arahannya, Wempi menyoroti keterkaitan langsung antara peningkatan produksi pertanian dan kebutuhan pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Malinau.

Ia menyebut saat ini sekitar 24.000 anak di Malinau menerima makanan bergizi setiap hari, yang membutuhkan suplai rutin komoditas seperti daging ayam, sayuran, timun, semangka, hingga pepaya.

Ia menegaskan bahwa peluang ini harus ditangkap oleh petani dan Satgas Pesat, karena kebutuhan MBG membuka pasar besar dan stabil bagi komoditas pangan lokal.

“Kalau di Kecamatan Malinau Barat saja ada 10.000 anak yang harus menerima kates setiap hari, maka kates itu bisa disuplai oleh masyarakat dan Satgas Pesat. Ini peluang besar,” tegasnya.

Di akhir penyampaiannya, Wempi berharap ke depan produksi jagung, sayur, dan buah-buahan hasil Satgas Pesat dapat menjadi bagian dari rantai pasok dapur MBG, sehingga bahan-bahan dalam program ini lebih banyak berasal dari petani Malinau sendiri. (*dip)

Editor : Azwar Halim
#jagung #Dua Hektar #kaltara #malinau #satgas #Bupati Wempi