Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

380 Personel Satgas Pesat Genjot Produksi Padi, Jagung, dan Cabai di Akhir 2025

Dip Ratar • Kamis, 20 November 2025 | 17:45 WIB
DIPA/RADAR TARAKAN PESAT: Tim Satgas Pesat saat melaksanakan panen padi di Malinau utara
DIPA/RADAR TARAKAN PESAT: Tim Satgas Pesat saat melaksanakan panen padi di Malinau utara

MALINAU – Program Pertanian Sehat (Pesat) terus menunjukkan perkembangan sepanjang 2025. Program ini terus menggalakkan pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif, sebagai langkah menuju daerah swasembada.

Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Malinau, Mika Dinata menyampaikan, bahwa saat ini terdapat 380 personel Satgas Pesat yang bekerja di empat kecamatan dengan fokus pada tiga komoditas utama yaitu padi sawah, jagung, dan cabai.

Pada komoditas padi sawah, Satgas membuka lahan pada musim tanam kedua, musim yang dikenal berisiko tinggi akibat serangan hama burung. Kondisi tersebut membuat anggota Satgas harus berjaga mulai dari pagi hingga malam hari, termasuk akhir pekan.

Meski tantangannya besar, pembukaan lahan tetap berjalan sesuai target.

"Hingga akhir November, target pembukaan mencapai 200 hektare atau 50 hektare per kecamatan, jadi produktivitas rata-rata 3 ton per hektare, potensi produksi dari lahan tersebut mencapai 600 ton gabah untuk mendukung kebutuhan Rasda Plus," jelasnya.

Untuk komoditas jagung, tiap kecamatan ditargetkan membuka 8 hektare, dan seluruhnya telah terpenuhi bahkan melampaui target. Jagung hasil Satgas ini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 47 ton bahan baku pakan ternak.

Sebagian lahan di Malinau Barat telah memasuki tahap pengeringan dan diperkirakan panen pada akhir November.

Pada komoditas cabai, Satgas membuka 2 hektare per kecamatan sebagai langkah menekan inflasi yang biasa terjadi pada akhir tahun dan hari besar keagamaan. Sebagian lahan telah ditanam sejak bulan lalu, sementara lainnya berada dalam tahap penanaman.

Sebagai bentuk dukungan hilirisasi, Dinas Pertanian juga telah menandatangani MOU dengan Perumda untuk penyerapan gabah Satgas. Penjualan hasil tersebut nanti akan dikembalikan ke kas daerah.

Mika juga menambahkan, beberapa kendala di lapangan, seperti banjir, hama, penyakit tanaman, serta keterbatasan pupuk dan sarana produksi. Meski demikian, progres Satgas Pesat dinilai berjalan positif dan akan diperkuat tahun depan dengan peningkatan dukungan kebutuhan petani. (*dip)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #malinau #satgas