Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Rumah Singgah di Giram Sungai Bahau Rampung, Tinggal Menunggu Tahap Akhir Blasting Batu

Dip Ratar • Senin, 17 November 2025 | 18:01 WIB
DIPA/RADAR TARAKAN Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus
DIPA/RADAR TARAKAN Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus

MALINAU – Pembangunan rumah singgah di kawasan Giram Sungai Bahau kini telah rampung dan siap dimanfaatkan masyarakat dari Kecamatan Bahau Hulu dan Kecamatan Pujungan. Fasilitas ini menjadi solusi sementara bagi warga yang sering tidak bisa melanjutkan perjalanan menuju Tanjung Selor dan terpaksa bermalam di sekitar jalur sungai.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus yang ditugaskan Bupati untuk meninjau langsung lokasi beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa keberadaan rumah singgah ini sangat penting sambil menunggu proses perbaikan akses sungai melalui peledakan batu oleh TNI Yonzipur.

Ernes menjelaskan bahwa rumah singgah berukuran 8 x 20 meter tersebut dapat menampung cukup banyak masyarakat yang melintas.

“Bangunan rumah singgah sudah selesai. Ada dua WC, kamar mandi, dan nanti juga ditambahkan lima titik penerangan BJU. Kita juga sudah siapkan akses jalan naik menuju bangunan,” ujarnya.

Selain fasilitas dasar, pemerintah daerah juga berencana membangun dapur agar kebutuhan warga selama bermalam dapat terpenuhi. Ketersediaan air bersih di lokasi juga disebut sangat baik.

Terkait kondisi Giram Baru, Ernes menjelaskan bahwa sebagian besar batu besar yang menghalangi jalur sungai telah berhasil diledakkan oleh TNI Yonzipur. Namun masih ada batu di bagian belakang yang perlu diblasting lagi.

“Batu yang menjadi target sudah dipecah. Masih ada batu di bagian belakang yang harus diledakkan lagi. Yang di bagian depan tidak boleh, karena kalau dipecah justru akan membuat gelombang semakin besar,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa cuaca menjadi kendala utama. Curah hujan yang masih tinggi membuat permukaan air naik sehingga batu target sering tenggelam.

“Teman-teman Yonzipur terkendala hujan. Batu sering tenggelam, jadi tidak bisa dilakukan pengeboman. Kita butuh waktu kemarau yang lebih panjang agar blasting bisa dilanjutkan,” jelasnya.

Instruksi Bupati untuk melakukan semenisasi sepanjang 500 meter dari lokasi bongkar muat menuju hulu giram juga belum dapat dilaksanakan. Kondisi tanah yang labil membuat pengerjaan betonisasi tidak memungkinkan saat ini.

“Tempat yang ingin disemenisasi runtuh terus. Jadi sementara hanya dibuat galian agar bisa digunakan berjalan kaki,” katanya.

Keberadaan rumah singgah ini menjadi dukungan signifikan bagi warga yang harus menunggu hingga esok hari untuk melanjutkan perjalanan, sehingga kini warga tidak perlu lagi membuat tenda darurat ditepi sungai. (*dip)

Editor : Azwar Halim
#Sungai Bahau #kaltara #malinau