MALINAU– Pemerintah Kabupaten Malinau akan melakukan paparan di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada 13 November mendatang, terkait rencana Festival Seni dan Budaya Irau untuk masuk ke dalam kalender nasional pariwisata Indonesia.
Bupati Malinau, Wempi W. Mawa menjelaskan, bahwa pemerintah pusat melalui Kemenparekraf tengah menjajaki kerja sama dengan Pemkab Malinau untuk menjadikan Festival Seni dan Budaya Irau sebagai salah satu agenda tetap nasional.
“Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata ingin mengagendakan dan menawarkan kerja sama kepada Pemkab Malinau untuk melaksanakan festival seni dan budaya Irau ini,” ujarnya.
Namun, ia menjelaskan bahwa agar sebuah kegiatan bisa masuk ke dalam agenda nasional, pelaksanaannya harus dilakukan setiap tahun. Sementara itu, tradisi Irau di Kabupaten Malinau selama ini dilaksanakan dua tahun sekali.
“Nah, sementara Irau kita di Malinau ini kan per dua tahun. Jadi ada jedanya satu tahun. Itu yang sedang kami perhitungkan,” jelasnya.
Sebagai solusi, Pemkab Malinau berencana menjadikan Festival Seni dan Budaya sebagai kegiatan tahunan, sementara Irau tetap dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Dengan begitu, pada tahun penyelenggaraan Irau, kedua kegiatan tersebut bisa digabungkan menjadi satu perayaan besar.
“Festival seni budaya akan tetap berjalan tiap tahun. Nanti pada tahun pelaksanaan Irau, festival dan Irau akan digabungkan. Jadi Irau tetap dua tahun sekali, tapi festivalnya setiap tahun,” katanya.
Wempi menambahkan, rencana ini sebenarnya sudah mulai dirancang sejak periode sebelumnya, namun sempat tertunda akibat pandemi Covid-19 dan pelaksanaan Pilkada.
“Sebenarnya pada periode saya yang lalu sudah dimulai. Tapi karena Covid dan proses Pilkada, pelaksanaannya tertunda. Sekarang kita lanjutkan lagi,” tutupnya. (*dip)
Editor : Azwar Halim